Quotes romantis di film Dilan (Instagram @quotes.dilan) Quotes romantis di film Dilan (Instagram @quotes.dilan)
Selasa, 6 Februari 2018 18:45 WIB JIBI/Solopos/Newswire Layar Share :

Pidi Baiq Jelaskan Kenapa Rindu Itu Berat

Pidi Baiq menjelaskan mengapa rindu itu berat.

Solopos.com, SOLO – Film Dilan 1990 sukses besar awal tahun ini. Dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla, film yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq berjudul Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 ini telah meraih empat juta penonton hingga Selasa (6/2/2018), hari ini.

Gombalan yang diucapkan Dilan kepada Milea di film Dilan 1990 menjadi viral. Salah satunya adalah ketika Dilan melarang Milea untuk merindukannya karena rindu adalah satu hal yang berat.

Dalam filmnya, Dilan saat itu diceritakan sedang menelepon Milea dari telfon umum di malam hari.

“Sekarang kamu tidur, jangan begadang. Dan, jangan rindu,” kata Dilan.

“Kenapa?” jawab Milea singkat.

“Berat. Kau enggak akan kuat. Biar aku saja,” kata Dilan lagi.

Baca juga:

Warganet pun mengambil dialog ini untuk dijadikan sebuah meme lucu. Semua berlomba-lomba ingin membuktikan kepada Dilan bahwa hal terberat di dunia bukan hanya kerinduan terhadap Milea saja.

Pidi Baiq, sang penulis, lewat akun Twitter menjelaskan alasan mengapa rindu adalah berat.

“Dipikir-pikir, rindu zaman dulu itu, kalau sudah jam 10 malam, sudah enggak bisa apa-apa. Soalnya enggak ada HP. Mau nelepon, takut ayahnya yang angkat. Mau datang ke rumahnya, takut diusir. Mungkin itu kenapa dirasa berat,” kicau Pidi Baiq, seperti dikutip Okezone, Selasa (6/2/2017).

Selain dialog tentang kerinduan, film Dilan 1990 juga banyak mendapatkan meme saat Dilan menggoda Milea di dalam sebuah angkot. Adegan yang ada di dalam trailer tersebut menjadi salah satu adegan favorit yang dijadikan meme oleh para pelaku dunia maya.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…