Keramba ikan di Waduk Kedungombo. (JIBI/Solopos/Istimewa) Keramba ikan di Waduk Kedungombo. (JIBI/Solopos/Istimewa)
Selasa, 6 Februari 2018 13:15 WIB Kurniawan/JIBI/SOLOPOS Sragen Share :

Persyaratan Kurang, Pemanfaatan WKO untuk Sumber Air Minum Warga Sragen Tunggu 2019

Pemanfaatan WKO untuk air minum baru direalisasikan pada 2019 mendatang.

Solopos.com, SRAGEN—Upaya pemanfaatan Waduk Kedung Ombo (WKO) untuk sumber air minum warga Sragen baru direalisasikan pada 2019 mendatang.

Dari 14 persyaratan yang harus dipenuhi, masih ada tiga yang belum bisa dipenuhi Pemkab Sragen. Penjelasan itu disampaikan Direktur Utama PDAM Sragen, Supardi, saat diwawancara wartawan di kantornya, Senin (5/2/2018). Salah satu persyaratan yang belum bisa dipenuhi hingga saat ini adalah Surat Izin Pengambilan Air (SIPA) tanah.

“Masih kurang tiga persyaratan. Untuk SIPA kami targetkan selesai tahun ini,” tutur dia. (baca: Potensi Pendapatan PDAM Sragen Hilang Rp22,8 Miliar Tiap Tahun Gara-Gara Ini)

Setelah SIPA, dia akan meminta Direktorat Jendral (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) untuk mengeluarkan izin terkait. Supardi menargetkan pemanfaatan air WKO bagi warga sekitar bisa mulai dilakukan pada 2019.

Kapasitas air yang diprediksi bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air warga adalah 150 liter per detik. Dengan debit air sebesar itu, menurut dia, bisa melayani sekitar 15.000 pelanggan.

“Dengan kapasitas air sesuai yang diizinkan yaitu 150 liter per detik, kami perkirakan bisa melayani hingga 15.000 pelanggan. Tapi itu bukan pelanggan baru. Hanya mengganti sumber air bagi pelanggan kami di wilayah situ,” imbuh dia.

Supardi menerangkan air olahan dari WKO diperuntukkan warga di Kecamatan Sumberlawang, Gemolong, Tanon, Miri, dan Sukodono. Apabila air WKO sudah bisa dialirkan ke pelanggan, sumur-sumur di wilayah itu menjadi cadangan.

“Sambil nanti kami hitung biaya operasional antara penggunaan sumur dengan WKO,” ujar dia.

Supardi menerangkan langkah Pemkab Sragen memanfaatkan air WKO untuk air minum menyusul minimnya sumber air.

Pada musim kemarau, warga di daerah yang minim sumber air selalu kekurangan air. Mereka mengandalkan bantuan dari Pemkab dan berbagai pihak yang merasa terpanggil untuk mengirimkan pasokan air bersih via PDAM.

“Proses awal pemanfaatan air WKO mulai 2013. Target kami pada 2019 sudah ke Ditjen SDA. Nanti DED [detail engineering design] dari sana. Jadi pada tahun itu [2019] kami sudah bisa manfaatkan air WKO,” ujar dia.

Selain air WKO, menurut Supardi, pihaknya juga berproses untuk mendapatkan air dari Waduk Gondang, Karanganyar. Proses ke sana sudah dilakukan dengan BBWSBS dan Pemkab Karanganyar.

“Kemungkinan pengisian waduk Agustus [2018] selama satu musim. Kira-kira hingga 2019. Hasil rapat-rapat kemungkinan air yang bisa kami manfaatkan sekitar 100 liter per detik untuk 10.000 pelanggan,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…