Banjir menggenangi jalan di Solo Baru mulai dari Jembatan Bacem sampai Bundaran Patung Pandawa, Minggu (23/4/2017) malam. (Tika Sekar Arum/JIBI/Solopos) Banjir menggenangi jalan di Solo Baru mulai dari Jembatan Bacem sampai Bundaran Patung Pandawa, Minggu (23/4/2017) malam. (Tika Sekar Arum/JIBI/Solopos)
Selasa, 6 Februari 2018 14:15 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/SOLOPOS Sukoharjo Share :

PEMBANGUNAN SUKOHARJO
Pemkab Sukoharjo Buat Masterplan Drainase Solo Baru

Pemkab Sukoharjo menyusun master plan perbaikan saluran drainase di Solo Baru.

Solopos.com, SUKOHARJO—Pemkab Sukoharjo menyusun master plan perbaikan saluran drainase di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Hal ini untuk mengatasi genangan air yang kerap muncul di sekitar Bundaran Pandawa hingga Patung Kuda.

Saat terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi, muncul genangan air setinggi mata kaki orang dewasa di sekitar Bundaran Pandawa hingga Patung Kuda atau gerbang pintu The Kahyangan. Genangan air juga merendam trotoar di deretan rumah makan (RM) Malioboro dan kompleks rumah elite di Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol.

Padahal kawasan Solo Baru menjadi pusat bisnis di wilayah Soloraya yang pembangunan fisiknya sangat pesat. (baca: PERPARKIRAN SUKOHARJO : Pemilik Ruko Solo Baru Ogah dengan Parkir Pintu Otomatis)

“Kami sering dikomplain pelaku usaha dan masyarakat lantaran genangan air yang selalu muncul saat turun hujan lebat. Genangan air itu muncul lantaran saluran drainase perkotaan dan jalan belum memadai,” kata Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelbangda) Sukoharjo, Agus Purwantoro, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (5/2/2018).

Saat ini, Agus menyusun masterplan saluran drainase perkotaan yang terintegrasi dengan jalan untuk mengatasi genangan air di kawasan Solo Baru. Namun, Agus belum bisa memastikan waktu penyusunan masterplan saluran drainase itu. Proses penyusunan masterplan saluran drainase cukup lama lantaran harus menyurvei kondisi tanah.

Masterplan saluran drainase di kawasan Solo Baru bakal menjadi acuan pembuatan desain konstruksi bangunan saluran drainase.

“Kami bakal mengebut penyusunan masterplan saluran drainase di kawasan Solo Baru. Semoga cepat selesai dan proyek perbaikan saluran drainase bisa segera dikerjakan,” terang Agus.

Agus menambahkan bakal berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo ihwal perbaikan saluran drainase di kawasan Solo Baru. Agus berharap kawasan Solo Baru bebas dari genangan air saat turun hujan lebat sehingga tak mengganggu aktivitas bisnis para pengusaha dan masyarakat setempat.

Sementara itu, seorang warga Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Toni Raharjo, mengatakan ketinggian genangan air makin bertambah apabila hujan terjadi selama berjam-jam. Genangan air merendam trotoar dan bahu Jl. Raya Solo Baru sehingga mengganggu para pengguna kendaraan bermotor.

Bahkan sebagian para pedagang kaki lima (PKL) kuliner yang menggelar lapak di trotoar jalan terpaksa tak berjualan.

“Kondisi genangan air di kawasan Solo Baru cukup parah. Terakhir kali, genangan air muncul saat turun hujan lebat pada pekan lalu,” jelasnya.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…