Para pemain Posoepati Football Academy (PFA) U-17 menerima hadiah piala Juara II Pasoepati Cup II di Lapangan Demakan, Mojolaban, Sukoharjo, Minggu (4/2/2018). (Istimewa)
Selasa, 6 Februari 2018 00:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

PASOEPATI CUP
PFA Gagal Kawinkan Gelar

Pasoepati Cup diikuti oleh PFA.

Solopos.com, SUKOHARJO – Pasoepati Football Academy (PFA) gagal mengawinkan gelar juara pada ajang Pasoepati Cup II. Ini karena kesebelasan PFA U-17 (kelahiran 2001) dikalahkan Apac Inti Ungaran dengan skor 0-1 di babak final dalam turnamen yang digelar di Lapangan Demakan, Mojolaban, Sukoharjo, Minggu (4/2/2018).

Apac Inti Ungaran lagi-lagi menjadi batu sandungan PFA U-17 untuk meraih juara. Apac Inti benar-benar menjadi momok menakutkan bagi PFA. Pekan lalu, Minggu (28/1/2018), tim PFA U-16 (kelahiran) gagal melangkah ke final setelah disingkirkan Apac Inti Ungaran dengan skor identik, 0-1, di lapangan yang sama. Praktis, PFA hanya meraih satu piala yang disumbangkan kesebelasan U-15 (kelahiran 2013), dua pekan lalu, Minggu (21/1/2018).

“Di laga kemarin, sebetulnya anak-anak sudah tampil bagus. Mereka menguasai jalannya pertandingan dan terus menggempur pertahanan Apac Inti Ungaran. Namun, Apac Inti bisa mencuri gol melalui bola mati atau tendangan bebas,” ujar Manajer PFA, Langgeng Jatmiko, saat dihubungi Solopos.com, Senin (5/2/2018).

Langgeng menilai secara keseluruhan para pemain sudah berjuang maksimal untuk meraih kemenangan. Namun, Dewi Fortuna lebih berpihak kepada tim tamu. “Saya melihat sebenarnya tidak ada kelemahan dari permainan tim kami. Mereka hanya perlu lebih giat berlatih. Ini jadi pengalaman berharga untuk anak-anak,” kata pria yang kini masih menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri DPP Pasoepati ini.

Pada Pasoepati Cup I tahun lalu, PFA mampu mengawinkan gelar juara. Dua piala berhasil disumbangkan tim U-15 dan U-16. Sementara tim U-17 gagal meraih juara setelah dikalahkan Apac Inti Ungaran di partai final. Berbeda dengan tahun lalu, gelar juara Pasoepati Cup II kali ini diraih tiga tim berbeda yakni PFA untuk U-15, Bintang Pelajar Semarang untuk U-16 dan Apac Inti Ungaran untuk U-17.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…