Dua anggota Forpi Kota Jogja (kanan) sedang berbincang dengan salah satu pedagang Pasar Demangan, Rabu (24/1/2018). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Dua anggota Forpi Kota Jogja (kanan) sedang berbincang dengan salah satu pedagang Pasar Demangan, Rabu (24/1/2018). (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 6 Februari 2018 12:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Operasional Pedagang Luar di Pasar Demangan Akan Dibatasi

Opsi tersebut masih sebatas usulan

Solopos.com, JOGJA-Jam operasional pedagang dari luar pasar dibatasi. Hal itu diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek atas keluhan pedagang Pasar Demangan selama ini.

Camat Gondokusuman, Jalaluddin mengatakan opsi tersebut masih sebatas usulan. Pedagang yang memadati depan Pasar Demangan hingga memenuhi jalan raya itu diakuinya bukan pedagang baru. Mereka adalah pedagang lama, bahkan ada beberapa yang dulunya pernah berjualan di dalam pasar, namun pindah ke luar pasar.

“Opsi ini masih kami bicarakan dengan beberapa pihak. Intinya pedagang diluar harus dibatasi. Soal jam berapa sampai jam berapa masih dimusyawarahkan,” kata, Senin (5/2/2018).

Oleh karena itu pihaknya tidak bisa serta merta menertibkan semua pedagang di luar pasar. Saat ini pihaknya masih mendata jumlah pedagang luar pasar, kemudian membuat kesepakatan bersama terkait pembatasan jam operasional, “Supaya pedagang yang di dalam juga tidak dirugikan,” kata dia.

Sementara untuk solusi jangka panjangnya, kata Jalaluddin, Pasar Demangan masuk salah satu pasar yang perlu direvitalisasi karena sudah tidak bisa menampung banyak pedagang. Namun solusi jangka panjang tersebut bukan kewenangannya sehingga perlu dibahas bersama dinas terkait.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…