Troy Deeney (JIBI/REUTERS/David Klein)
Selasa, 6 Februari 2018 23:25 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Inggris Share :

LIGA INGGRIS
Acungkan Jari Tengah ke Fans Chelsea, Deenay Terancam Sanksi

Liga Inggris diwarnai dengan aksi kontroversial Troy Deeney.

Solopos.com, WATFORD — Pemain-pemain Watford tampil gemilang saat membungkam Chelsea dengan skor telak 4-1 di Vicarage Road, Selasa (6/2/2018) dini hari WIB. Mereka antara lain Troy Deeney, Roberto Pereyra, Daryl Janmaat, Badoulaye Doucoure, hingga  Gerard Deulofeu yang didatangkan dari Barcelona, Januari 2018 kemarin.

Deenay, Janmaat, Deulofeu, dan Pereyra mencatatkan namanya di papan skor. Sementara Doucoure menyokong dua assist. Deenay membuka keran gol The Hornets, julukan Watford, dengan tendangan penalti pada menit ke-42.

Namun, Deenay tidak hanya menjadi perhatian karena gol tersebut. Selebrasi penyerang berusia 29 tahun tersebut ikut disorot karena kontroversial. Deenay berselebrasi dengan mengacungkan jari tengah ke arah suporter Chelsea. Itu dilakukan sebagai balasan karena sebelum menendang penalti, Deenay menjadi sasaran boo dari pendukung The Blues, julukan Chelsea.

Akibat ulahnya itu, Deenay harus siap-siap terkena sanksi. Sebelumnya, pemain Tottenham Hotspur, Dele Alli, juga terkena hukuman setelah mengacungkan jari tengah ketika membela Inggris mengalahkan Slovenia 2-1 pada September 2017 lalu. Pemain berusia 21 tahun itu diganjar hukuman larangan bertanding satu laga plus denda 3.800 poundsterling (Rp71,7 juta).

Selain aksi di lapangan, ada seorang pemain Watford di bangku cadangan yang menarik perhatian penonton di Vicarage Road. Dia tidak lain penyerang Richarlison. Mata pemuda asal Brasil tersebut tampak berkaca-kaca saat di bench.

Manajer baru Watford, Javi Garcia, menarik Richarlison ke bangku cadangan dan menggantinya dengan Pereyra pada menit ke-65. Lantas apa yang membuat Richarlison menangis?

“Saya menangis karena saya ingin bermain dan membantu rekan-rekan setimku, namun di akhir pertandingan rekan-rekan telah melakukan pekerjaan dengan baik, jadi semuanya baik-baik saja,” jelas Richarlison kepada ESPN, seperti dilansir Dailymail.co.uk.

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…