Suasana di Pasar Demangan, Selasa (4/4/2017). (Bernadheta Dian Saraswa/JIBI/Harian Jogja) Suasana di Pasar Demangan, Selasa (4/4/2017). (Bernadheta Dian Saraswa/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 6 Februari 2018 18:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Kalau Pasar Demangan Direvitalisasi, Pedagang Harus Libur Sementara

Pemerintah Kota Jogja berencana merevitalisasi Pasar Demangan

Solopos.com, JOGJA-Pemerintah Kota Jogja berencana merevitalisasi Pasar Demangan. Namun rencana tersebut masih perlu dibahas lebih lanjut karena butuh komitmen para pedagang. Sebab, selama revitalisasi berlangsung pedagang perlu libur sementara.

Baca juga : Operasional Pedagang Luar di Pasar Demangan Akan Dibatasi

“Kalau revitalisasi paling tidak pedagang harus libur sementara. Ini yang masih kami bahas,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Maryustion Tonang, Selasa (6/2/2018).

Maryustion mengatakan rencana revitalisasi Pasar Demangan yang berlokasi di Kecamatan Gondokusuman itu sempat muncul beberapa tahun lalu dengan dana dari Pemerintah Pusat.

Namun rencana itu sampai sekarang belum bisa terlaksana karena pihaknya belum menemukan lahan sementara untuk para pedagang berjualan selama proses revitalisasi.

Ia mengatakan revitalisasi Pasar Demangan tidak bisa setengah-setengah. Pasar itu perlu ditingkat, “Dan harus ada basement untuk tempat parkir,” kata Maryustion.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Demangan, Umi Suharto meengakui dalam penjajakan revitalisasi dua tahun lalu pedagang sempat dimintai persetujuan untuk revitalisasi. Hasilnya hanya 45 orang yang setuju dan 55 orang tidak setuju.

“Karena banyak tidak setuju, katanya dana revitalisasi dialihkan ke Pasar Pingit,” kata Umi.

Umi mengatakan keberatan pedagang soal revitalisasi karena harus libur selama proses revitalisasi. Sementara pedagang banyak yang menggantungkan pendapatannya dari berjualan, sehingga tidak memungkinkan untuk libur sementara.

Pihaknya sempat menawarkan agar Pemerintah Kota Jogja memanfaatkan lahan yang ada di sisi utara Pasar Demangan. Lahan itu milik perseorangan. Namun sampai saat ini usulan itu belum ditindaklanjuti.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…