Yockie Suryoprayogo diapit Ahmad Albar dan Ian Antono. (Istimewa/Instagram) Yockie Suryoprayogo diapit Ahmad Albar dan Ian Antono. (Istimewa/Instagram)
Selasa, 6 Februari 2018 13:10 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Issue Share :

KABAR DUKA
Yockie Suryo Prayogo Idap Penyakit Ini Selama 15 Tahun Sebelum Wafat

Tak hanya mengalami permasalahan pada gula darah yang merembet ke hati dan membuatnya muntah darah.

Solopos.com, JAKARTA – Musisi Yockie Suryo Prayogo, menghembuskan nafas terakhirnya di RSPI Bintaro pada pukul 07.35 WIB. Pria 63 tahun ini diketahui meninggal dunia lantaran penyakit yang sudah 15 tahun ia idap.

Sang istri, Pratiwi Puspitasari menyatakan bahwa suaminya sudah lama mengidap penyakit gula darah. Bahkan, penyakit yang telah lama ia idap tersebut mengalami komplikasi hingga sempat membuatnya muntah darah.

“Dia memang sudah mengidap gula sudah lama, sudah 15 tahun lebih, terus tahun lalu kena sirosis, pengerasan hati, sudah stadium akhir. Habis itu dia muntah darah,” ujar Pratiwi Puspitasari, istri Yockie, yang ditemui di Rumah Duka RSPI Bintaro, Senin (5/2/2018).

Tak hanya mengalami permasalahan pada gula darah yang merembet ke hati dan membuatnya muntah darah. Mantan pentolan God Bless ini juga sempat mengalami stroke, stroke, liver, hingga tumor di kepala.

“Sempat di rawat seminggu kemudian dia kena stroke dan dia enggak sadar. Tapi akhirnya bisa stabil kami homecare di rumah selama tiga bulan,” tuturnya.

“Terus kemarin dia keluar darah dari bawah banyak. Kemarin sih sudah stabil tensinya, tadi pagi keluar darah lagi, sudah enggak bisa tertolong, karena dia audah komplikasi ya, dia ada gula, stroke, kena liver, dan kalau dokter bilang ada tumor di kepala,” sambungnya.

Pratiwi menyatakan bahwa dokter sempat menyarankan agar suaminya melakukan operasi bedah kepala, untuk mengobati tumor yang bersarang dikepalanya.

Namun dirinya mengaku enggan menerima saran dokter lantaran menurutnya sang suami sudah cukup menderita dan mengalami ketergantungan ventilator (alat bantu nafas).

“Untuk dibedah kepala juga sudah enggak mungkin, saya juga enggak ngizinin untuk dibuka apa saja karena kondisinya kompleks saya enggak mau dia menderita,” paparnya.

“Tadinya mau dioperasi saya menolak, saya sudah trauma ya, dia sudah sempat dikasih ventilator selama seminggu, kata dokter sudah ketergantungan ventilator. Saya bilang sudah copot, Alhamdulillah, mungkin waktu itu Allah masih kasih waktu panjang, terus kami rawat di rumah,” tukasnya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…