Pohon pisang di tengah Jl. Adi Sumarmo depan Luwes Kartasura. (M. Ferry Setiawan/JIBI/Solopos) Pohon pisang di tengah Jl. Adi Sumarmo depan Luwes Kartasura. (M. Ferry Setiawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 6 Februari 2018 07:00 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

JALAN RUSAK KARANGANYAR
Jl Adi Soemarmo Colomadu Bisa Tumbuh Pohon Pisang

Warga Colomadu Karanganyar gerah dengan kondisi jalan rusak di wilayah itu.

Solopos.com, KARANGANYAR — Depan Luwes Kartasura penggal Jl. Adi Soemarmo, Colomadu, Karanganyar yang berbatasan dengan wilayah Kartasura, Sukoharjo ditanami sejumlah pohon pisang. Penanaman pohon pisang itu dilakukan sejumlah warga Colomadu yang dekat dengan lokasi karena jalan setempat dinilai rusak parah.

“Warga terpaksa menanami Jl. Adi Soemarmo ini dengan pohon pisang. Kareka kerusakannya parah sekali dan membahayakan warga. Dulu ada anak kecil diboncengkan orangtuanya jatuh terlindas truk hingga anggota tubuhnya luka parah,” ujar salah seorang warga setempat, Anan ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (4/2/2018).

Menurut dia warga terpaksa menanami jalan tersebut dengan pohon pisang karena yang berkometen tak segera memperbaiki. Dia mengakui beberapa waktu lalu kerusakan jalan telah diperbaiki.

Namun karena pengerjaan dinilai asal-asalan, jalan yang diperbaiki dengan cepat rusak kembali. Sebab selain kualitas perbaikan dianggap tak memadai, jalan tersebut sering dilalui kendaraan berat melebihi tonase.

“Jalan ini banyak dilalui truk bermuatan pasir siang dan malam. Selain itu bus-bus malam juga banyak yang lewat jalan ini sehingga kalau kualitas perbaikan jalan tidak memadai akan cepat rusak,” kata dia.

Saat menanam pohon pisang warga juga membawa poster berbagai tulisan kritikan. Tulisan bernada kritik itu di antaranya “Siap-siap per/las mobil Anda putus, Jalan rusak parah, Ora isin!!! Selamat datang di Colomadu nikmati sensasi indahnya jalan masa kini, penuh lubang dan bergelombang tidak ada perhatian yang berwenang diperbaiki Cuma asal-asalan” dan sebagainya.

Namun, ujar Anan, tanaman pohon pisang yang ditanam pagi hati itu, siangnya dicabuti petugas dari DPU. “Saya tidak tahu persis yang mencabuti, tetapi ada teman yang mengatakan pohon pisang yang ditanam dicabuti DPU,” ujar dia.

Selain itu beberapa lubang jalan yang rusak terus diurug DPU. Dia berharap jalan yang rusak parah dan membahayakan warga segera diperbaiki dengan baik.

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…