Warga melintas di ruas jalan sekitar Pasar Ngipik, Kecamatan Banguntapan yang berlubang di beberapa titik. Senin (5/2/2018). (Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara) Warga melintas di ruas jalan sekitar Pasar Ngipik, Kecamatan Banguntapan yang berlubang di beberapa titik. Senin (5/2/2018). (Harian Jogja/Rheisnayu Cyntara)
Selasa, 6 Februari 2018 15:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Jalan Menuju Pasar Ngipik Kembali Berlubang

Pemeliharaan yang dilakukan Pemkab Bantul hanya sebatas menambal saja

Solopos.com, BANTUL-Akses jalan menuju Pasar Ngipik di Kecamatan Banguntapan kembali berlubang. Kondisi tersebut sudah terjadi sejak sekitar setahun yang lalu. Langkah perbaikan Pemkab Bantul dengan menambal jalan kabupaten tersebut tak banyak membantu.

Anggota Komisi B DPRD Bantul Setiya menuturkan kerusakan ruas jalan kabupaten ini terjadi sejak pasar tradisional tersebut diresmikan tahun lalu. Namun, pemeliharaan yang dilakukan pemkab hanya sebatas menambal saja, sehingga beberapa titik ruas jalan kembali berlubang. Bahkan tak jarang pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat mengalami kecelakaan.

Setiya mengatakan, ruas jalan ini cukup mendesak untuk diperbaiki. Pasalnya, di samping Pasar Ngipik terdapat kantor pos Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul. Artinya, respons penanganan kebakaran yang cepat juga sangat bergantung pada kondisi akses jalan. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong Pemkab untuk dapat menangani perbaikan ruas jalan ini secara menyeluruh.

“Saya yakin tidak hanya Ngipik saja. Ruas-ruas jalan lain juga butuh penanganan yang menyeluruh, tidak hanya ditambal,” katanya, Senin (5/2/2018).

Lebih lanjut Setiya mengaku memang ada kendala dalam pengalokasian anggaran perbaikan jalan yakni skema anggaran pemeliharaan selalu terikat ruas jalan tertentu. Dengan begitu, kerusakan ruas jalan lain yang tidak masuk dalam daftar, tak dapat langsung tertangani.

Oleh sebab itu, politikus dari Baturetno, Banguntapan ini pun mendorong pemkab untuk mengubah skema alokasi anggaran perbaikan tersebut. Sehingga kapan dan di manapun ada kerusakan jalan, bisa langsung tertangani. “Kalau alokasi anggarannya cukup. DPRD selama ini juga memberikan slot anggaran pembangunan infrastruktur di APBD yang cukup besar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Yudo Wibowo menyebut kerusakan ruas jalan di sekitar Pasar Ngipik tersebut memang telah berlangsung cukup lama. Ia juga mengaku selama ini peliharaannya baru dilakukan dengan penambalan. Yudo mengatakan ruas jalan kabupaten ini bakal diperbaikan pada tahun ini.

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…