Foto Ilustrasi JIBI/Harian Jogja/Antara
Selasa, 6 Februari 2018 03:35 WIB Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

INFRASTRUKTUR SUKOHARJO
Jalur Lingkar Timur Senilai Rp300 Miliar Dibangun Tahun Ini

Pemkab Sukoharjo akan mulai membangun jalur lingkar timur untuk menyokong pertumbuhan investasi.

Solopos.com, SUKOHARJO — Pengerjaan proyek pembangunan jalur lingkar timur mulai dari Jl. Songgorunggi, Nguter-Palur, Mojolaban, sepanjang 29 kilometer senilai Rp300 miliar segera terealisasi pada 2018. Infrastruktur ini untuk menyokong perluasan lahan zona industri Nguter yang berimplikasi mendongkrak investasi di Sukoharjo.

Pemkab Sukoharjo bakal memperluas lahan zona industri Nguter di wilayah Kecamatan Bendosari dan Polokarto. Lahan zona industri Nguter seluas 354 hektare diperluas menjadi 550 hektare.

Lokasi zona industri Nguter terletak di lima desa yakni Celep, Pengkol, Gupit, Kedungwinong, dan Plesan. Sementara tiga perusahaan di zona indutsri Nguter yaitu PT Rayon Utama Makmur (RUM) milik PT Sritex, PT Dolphin Putra Sejati, serta PT Delta Merlin.

Guna menyokong perluasan zona industri Nguter, Pemkab Sukoharjo bakal membangun jalur lingkar timur untuk mempermudah akses kendaraan berat pengangkut barang. Saat ini, proses lelang penyusunan detail engineering design (DED) pembangunan dua ruas jalur lingkar timur telah rampung.

“Akses infrastruktur menjadi daya tarik utama para calon investor yang hendak menanamkan modal di Sukoharjo. Truk-truk kontainer bisa melewati jalur lingkar sehingga memperpendek jarak tempuh ke luar Sukoharjo,” kata Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bapelbangda Sukoharjo, Agus Purwantoro saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (5/2/2018).

Kedua ruas jalur lingkar timur itu yakni Songgorunggi-Bendosari dan Bendosari-Plumbon. Jalur lingkar timur itu melewati jalan Mulur-Plarung, jalan Sugihan-Karanganyar hingga Palur, Mojolaban. Anggaran pembangunan jalur lingkar timur berasal dari APBN, APBD Kabupaten Sukoharjo, dan APBD Provinsi Jateng.

Dalam waktu dekat, proses pembebasan lahan milik warga segera dilakukan di sepanjang proyek pembangunan jalur lingkar timur. “Bukan hanya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) melainkan calon investor lain yang ingin menanamkan modal di Sukoharjo. Pembebasan lahan milik warga dan proyek pembangunan jalur lingkar dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang [PUPR] Sukoharjo,” papar dia.

Menurut Agus, pembangunan jalur lingkar barat dapat mengurangi kesenjangan pembangunan di wilayah Sukoharjo bagian utara dengan selatan. Pesatnya pembangunan fisik di kawasan Solo Baru harus dibarengi pembangunan serupa di wilayah Sukoharjo bagian selatan.

Warga setempat juga bisa membuka usaha seperti warung makan atau toko kelontong di pinggir ruas jalan lingkar timur sehingga bisa menambah penghasilan. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPSP) Sukoharjo, Agustinus Setiyono, mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan lahan kawasan industri untuk para calon investor termasuk PT Sritex jika ingin membangun pabrik baru sebagai bagian dari bisnis tekstil dan garmen dari hulu hingga hilir.

Bahkan, perusahaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara itu berencana menambah satu juta pekerja dalam lima tahun mendatang. “Lahan sudah disiapkan termasuk pembangunan infrastruktur yakni jalur lingkar timur. Saya harap para calon investor berlomba-lomba menanamkan modal di Sukoharjo,” terang Agutinus.

Nilai investasi yang disumbang Sritex Group cukup tinggi di Sukoharjo yakni lebih dari Rp9 triliun. Sritex Group memiliki empat perusahaan di Kabupaten Jamu yakni PT Sritex, PT RUM, PT Jaya Perkasa Makmur, serta PT Citra Busana Semesta.

Realisasi investasi PT RUM senilai Rp5.451.116.824.200, PT Sritex senilai Rp3.652.030.146.048, PT Jaya Perkasa Makmur senilai Rp242.636.928.600, serta PT Citra Busana Semesta senilai Rp105.952.568.000. “Sritex Group menjadi penyumbang terbesar investasi di Sukoharjo. Hingga akhir Desember 2017, total nilai investasi di Sukoharjo lebih dari Rp43 miliar,” papar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Bachtiar Zunan, mengaku tak kaget ihwal rencana PT Sritex yang berencana menambah satu juta pekerja. Pengembangan bisnis tekstil dan garmen milik PT Sritex membutuhkan jumlah pekerja cukup banyak.

Selama ini, puluhan ribu karyawan PT Sritex tak hanya berasal dari Sukoharjo melainkan wilayah Soloraya seperti Karanganyar, Klaten, Kota Solo, hingga Sragen. “Para siswa SMK bakal dibekali keterampilan atau skill agar bisa terserap di perusahaan-perusahaan besar seperti PT Sritex. Kami juga selalu menggandeng PT Sritex saat menggelar job fair setiap tahun,” kata dia.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…