Ilustrasi (Bisnis.com)
Selasa, 6 Februari 2018 10:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Industri Manufaktur DIY Tumbuh Positif di Tengah Lesunya Pertumbuhan Nasional

Industri makanan yang tumbuh 3,31% turut mendongkrak pertumbuhan industri ini

Solopos.com, JOGJA-Pertumbuhan produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) DIY mengalami pertumbuhan positif pada triwulan IV 2017 dibandingkan triwulan III 2017 yakni sebesar 1,28%. Industri makanan yang tumbuh 3,31% turut mendongkrak pertumbuhan industri ini.

“Pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang DIY tumbuh positif, kondisi ini tidak sejalan dengan pertumbuhan IBS secara nasional yang justru tumbuh negatif sebesar 0,59 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY JB Priyono pekan lalu.

Priyono mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan ada beberapa jenis industri IBS yang mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi disumbang dari industri makanan dengan angka kenaikan sebesar 3,31%. Disusul pertumbuhan industri furnitur yang tumbuh 2,44% dan industri pakaian jadi yang tumbuh sebesar 1,76%, serta industri pengolahan tembakau yang tumbuh positif 1,38%.

“Peningkatan produksi jenis industri makanan yang mempunyai kontribusi besar pada pembentukan output IBS menyebabkan pertumbuhan IBS tumbuh positif,” imbuh Priyono.

Sementara, beberapa industri IBS mengalami pertumbuhan negatif pada triwulan IV yakni industri barang galian bukan logam, industri karet, barang dari karet dan plastik, serta industri pengolahan  lainnya dan industri mesin. Industri Mikro Kecil (IMK) DIY juga menunjukkan pertumbuhan yang positif pada triwulan IV.

Priyono mengatakan, IMK merupakan salah satu komponen sektor industri pengolahan yang memiliki kontribusi cukup besar dalam menyerap tenaga kerja di DIY. “Berdasarkan Sensus Ekonomi 2016, sebanyak lebih dari 77% jumlah tenaga kerja kategori industri pengolahan diserap oleh industri mikro kecil,” jelas Priyono.

Lebih lanjut Priyono memaparkan pada triwulan IV 2017, pertumbuhan produksi triwulanan IMK di DIY tumbuh sebesar 2,68%. Sejumlah sektor pada industri ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi sehingga memicu pertumbuhan IMK DIY.

Jenis industri mikro kecil yang tumbuh signifikan antara lain industri pakaian jadi, industri barang galian bukan logam serta industri kertas dan barang dari kertas. “Jenis industri tersebut juga memiliki share yang cukup tinggi terhadap pembentukan output produksi IMK secara keseluruhan,” papar Priyono.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…