Salah satu layanan Point Cafe milik Indomaret. (Istimewa) Salah satu layanan Point Cafe milik Indomaret. (Istimewa)
Selasa, 6 Februari 2018 09:40 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Indomaret Kini Merambah Bisnis Kopi

Indomaret hadirkan barista profesional untuk racik kopi.

Solopos.com, JOGJA–Indomaret sebagai salah satu jaringan minimarket nasional kini merambah bisnis di dunia kopi. Point Cafe menjadi salah satu proyek unggulan dalam mengembangkan bisnis tersebut.

Point Cafe kini telah hadir di beberapa titik di Kota Jogja dan Solo. SPV Development Indomaret Cabang Jogja,  Catur, mengatakan Point Cafe sengaja hadir di Indomaret, salah satunya untuk mengubah citra bahwa Indomaret sekarang bukan tempat belanja saja, akan tetapi juga menjadi tempat nongkrong.

Point Cafe hadir dengan menawarkan berbagai varian menu kopi yang dapat dipilih seperti Cafe Late Hot, Brown Sugar Latte, Capucino Hot, Frape Cookies & Cream dan masih banyak varian lain yang akan memberikan nuansa tersendiri dalam menikmati kopi.

Bagi pecinta kopi bisa menikmati produk unggulan Point Cafe yang diolah oleh barista professional. Dengan mengedepankan moto Kepuasan Pelanggan adalah Kepuasan Kami menjadikan manajemen Indomaret berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan. “Salah satunya adalah dengan memberikan nuansa berbeda pada gerai Indomaret. Selain bisa berbelanja, konsumen juga bisa menikmati suasana sekitar sembari menikmati kopi dan bercengkrama dengan orang lain,” kata Catur melalui rilis yang diterima harianjogja.com, Selasa (6/2/2018).

Nah, bagi Anda pecinta kopi yang penasaran ingin mencicipi kopi khas Point Cafe, bisa langsung datang ke beberapa titik Point Cafe di Jogja dan Solo. Ada empat Point Cafe, tiga di Jogja yaitu di Point Cafe Colombo, Point Cafe Malioboro dan  Point Cafe Sinduadi serta satu di Solo yaitu di  Point Cafe Slamet Riyadi. (*)

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…