Lampu lampion perayaan Tahun Baru Imlek di depan Pasar Gede Solo diuji coba, Senin (5/2/2018) malam. (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos) Lampu lampion perayaan Tahun Baru Imlek di depan Pasar Gede Solo diuji coba, Senin (5/2/2018) malam. (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 6 Februari 2018 19:35 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

IMLEK 2018
Kawasan Pasar Gede Dijaga Polisi 24 Jam Tiap Hari untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Polsek Jebres menempatkan petugas yang akan berjaga selama 24 setiap hari di kawasan Pasar Gede menjelang pergantian tahun Imlek.

Solopos.com, SOLO — Polsek Jebres menempatkan belasan orang petugas untuk menjaga kawasan Pasar Gede Solo selama 24 jam setiap hari saat perayaan Tahun Baru Imlek. Penempatan petugas di kawasan tersebut untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolsek Jebres Kompol Juliana mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo mengungkapkan setelah penitia Imlek mulai melakukan uji coba lampu lampion pada Senin malam jumlah pengunjung di kawasan Pasar Gede meningkat drastis. Jl. Jendral Sudirman (Jensud) dan Jl. Urip Somoarjo dipenuhi warga yang ingin berswafoto di bawah lampu lampion.

“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia Imlek untuk pengamanan di kawasan Pasar Gede. Jangan sampai terjadi gangguan Kamtibmas selama perayaan Tahun Baru Imlek,” ujar Juliana saat ditemui wartawan di Mapolsek Jebres, Selasa (6/2/2018).

Baca:

Imlek 2018, Ada Apa di Pasar Gede Solo

Nyala Lampion Imlek di Pasar Gede Solo Diuji Coba, Begini Suasananya

Jalan Depan Pasar Gede Solo Bisa Mendadak Ditutup Gara-Gara Ini

Juliana menjelaskan di kawasan Pasar Gede dari malam sampai dini hari masih ramai. Anak-anak muda datang berkelompok kemudian menongkrong di pinggir jalan. Petugas terus memantau mereka selama 24 jam.

“Kami tidak ingin ada warga berkelahi hanya gara-gara bersenggolan saat berswafoto di bawah lampu lampion. Warga diminta bisa tertib tanpa harus berebut untuk berfoto,” kata dia.

Polsek Jebres, lanjut, dia, juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Poresta untuk pengamanan di kawasan Pasar Gede. Dishub menyediakan kantong parkir yang bisa dimanfaatkan warga.

“Kami mengimbau warga agar parkir di lokasi kantong parkir yang telah disediakan Dishub. Jangan sampai kendaraan diparkirkan di pinggir jalan karena dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas,” kata dia.

Ia juga memperingatkan kepada pengunjung untuk mengantisipasi tindak kejahatan seperti pencurian sepeda motor (curanmor), jambret, pelecehan seksual, dan copet. Kasatlantas Polresta Surakarta Kompol Imam Syafi’i menjelaskan Satlantas mengerahkan sebanyak sepuluh orang di kawasan Pasar Gede setiap malamnya. Tugas utama mereka membantu Dishub mengatur arus lalu lintas.

“Kami sudah menyiapkan jalan alternatif ketika kawasar Pasar Gede macet. PKL [Pedagang Kaki Lima] jangan berjualan di pinggir jalan karena bisa memicu kemacetan,”kata dia.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…