Proses penandatanganan kesepakatan Kulonprogo sebagai kabupaten inklusi oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo dan LKiS di Gedung Kaca, Kompleks Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Selasa (6/1/2018). (Foto istimewa/Dokumen Humas Kulonprogo) Proses penandatanganan kesepakatan Kulonprogo sebagai kabupaten inklusi oleh Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo dan LKiS di Gedung Kaca, Kompleks Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Selasa (6/1/2018). (Foto istimewa/Dokumen Humas Kulonprogo)
Selasa, 6 Februari 2018 23:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Hasto Tandatangani Spanduk Kerjasama Kulonprogo sebagai Kabupaten Inklusi

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo sepakat dan menandatangani spanduk tentang Kulonprogo sebagai kabupaten yang inklusi

 

Solopos.com, KULONPROGO — Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo sepakat dan menandatangani spanduk tentang Kulonprogo sebagai kabupaten yang inklusi.

Penandatanganan spanduk kesepahaman oleh Hasto dan jajaran itu dilakukan saat berada dalam acara workshop Perumusan Menuju Kabupaten Kulonprogo yang Inklusi di Gedung Kaca, Kompleks Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Selasa (6/2/2018).

Ditunjuknya Kulonprogo sebagai Kabupaten Inklusi, Hasto merasa bahwa sebagai Bupati dirinya dan masyarakat harus bersyukur karena Kulonprogo telah menjadi pionir untuk menjadi pemerintahan yang memberikan hak yang adil bagi setiap warganya.

Terlebih dengan Kulonprogo yang mempunyai enam Rintisan Desa Inklusi dari total delapan Rintisan Desa Inklusi di DIY membuat Kulonprogo harus berbangga dan tetap mengembangkan program ini.

“Kita bersyukur karena di Kulonprogo sudah lebih dulu merintis kegiatan untuk masyarakat minoritas, disabilitas dan lain-lain ini di proses pembangunannya,” ujar Hasto.

Enam Rintisan Desa Inklusi tersebut ialah Sidorejo, Gulurejo, Wahyuharjo, Bumirejo, Ngentakrejo dan Jatirejo yang semuanya berada di Kecamatan Lendah, Kulonprogo. Sedangkan dua desa Rintisan Desa Inklusi lainnya beberada di Sleman.

“Karena pembangunan inklusif merupakan sebuah proses untuk memastikan bahwa semua kelompok yang terpinggirkan bisa terlibat dalam proses pembangunan. Mengikutkan semua orang dengan berbagai latar belakang perbedaan,” kata Hasto di hadapan perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah, Camat, dan Kepala Desa di Kulonprogo.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…