Harian Jogja Hari Ini edisi Selasa (6/2/2018). (Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah) Harian Jogja Hari Ini edisi Selasa (6/2/2018). (Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah)
Selasa, 6 Februari 2018 09:55 WIB Kusnul Isti Qomah/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

HARIAN JOGJA HARI INI
Cuaca Ekstrem hingga Rabu

Harian Jogja Hari Ini edisi Selasa (6/2/2018)

Solopos.com, JOGJA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir di sejumlah wilayah Indonesia.

2 Pasal Penghinaan Presiden Disetujui
JAKARTA—DPR dan pemerintah sepakat kembali memasukkan dua pasal penghinaan presiden dalam RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Satu pasal lain tentang penghinaan presiden ditunda pembahasannya di Panitia Kerja (Panja) RUU KUHP. Keputusan itu diambil dalam rapat bersama Panja RUU KUHP dengan pemerintah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/2).

Pemanasan Global Tak Bisa Ditangkal
Beberapa ilmuwan mengingatkan pemanasan global tak bisa ditangkal, sekalipun terjadi kemajuan teknologi saat ini. Teknologi tidak benar-benar mampu mengurangi dampak pemanasan global. Berikut laporan yang dihimpun wartawan Harian Jogja, Galih Eko Kurniawan, dari berbagai sumber.

Lapangan Jadi Kambing Hitam
BARCELONA-Barcelona baru saja mencatatkan capaian penting yakni tak terkalahkan dalam 22 pertandingan Liga Primera musim ini. Torehan itu menjadi rekor start tak terkalahkan terpanjang di kompetisi dalam sejarah klub.

Hanya 59 Reklame yang Berizin
SLEMAN-Reklame, baliho, billboard yang berizin di wilayah Sleman hanya 59 unit. Selebihnya termasuk ilegal atau reklame liar.

Operasional Pedagang Luar Akan Dibatasi
GONDOKUSUMAN—Jam operasional pedagang dari luar pasar dibatasi. Hal itu diharapkan bisa menjadi solusi jangka pendek atas keluhan pedagang Pasar Demangan selama ini.

Kebudayaan Mulai Dipetakan
Pemetaan kebudayaan di Kabupaten Sleman mulai dipetakan. Konsep pemetaan yang diambil oleh Pemkab adalah mengacu pada spirit dan konsep kiblat papat lima pancer yang menitikberatkan pada empat arah mata angin dan satu pusat pemerintahan.

Omzet Turun, Pedagang Mengeluh
KRETEK—Sejumlah pedagang Pasar Angkruksari mengeluh. Pasalnya sejak pindah ke lokasi baru pada pertengahan Maret 2017, pedagang mengalami penurunan omzet hingga 50%.

Ribuan Hektare Tak Bisa Ditanami
WATES—Pengeringan aliran air untuk pertanian yang bersumber dari saluran irigasi (intake) Kalibawang dijadwalkan akan berlangsung selama tiga setengah bulan. Akibatnya ribuan hektare areal persawahan bakal kehilangan satu musim tanamnya.

Sungai Bawah Tanah Tercemar
WONOSARI—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul melaporkan sungai bawah tanah di Gunungkidul sudah tercemar bakteri. Kendati demikian, tingkat pencemaran sungai bawah tanah dinilai masih minim.

Indonesia Gudangnya Ahli Nuklir
JAKARTA—Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menilai Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dalam bidang nuklir sehingga tak perlu khawatir untuk disalip oleh tenaga kerja asing.

BI Akui Konsumsi Belum Kuat
JAKARTA-Laju pertumbuhan ekonomi kuartal IV/ 2017 sebesar 5,19% mengindikasikan berlanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia, kendati konsumsi masih landai.

Dulu Diragukan, Kini Dicari-cari
Pemanas air bertenaga surya sebelumnya tidak begitu populer di kalangan masyarakat, bahkan cenderung diragukan. Butuh ketelatenan dan kesabaran untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi ramah lingkungan tersebut. Bagaimana Luddy Bejo Legowo berjuang memopulerkan? Berikut ulasan wartawan Harian Jogja, Rima Sekarani I.N.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…