Ilustrasi Pemilu (Dok/JIBI) Ilustrasi Pemilu (Dok/JIBI)
Selasa, 6 Februari 2018 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
PKPU ”Pesanan” Partai Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (29/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com.

Solopos.com, SOLO–Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No. 11/2017 tentang Pendaftaran, Verifikasi, dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dibatalkan oleh KPU.

Sebagai pengganti KPU membuat PKPU No. 6/2018 tentang Pendaftaran, Verifikasi, dan Penetapan Partai Politik Peserta Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Seperti yang dikatakan Ketua KPU, Arief Budiman, banyak pasal yang diubah, seperti soal definisi verifikasi, keanggotaan partai politik, dan pemfasilitasan partai politik untuk verifikasi.

Dalam PKPU No. 6/2018 sangat terlihat KPU memberikan ”karpet merah” kepada partai politik baik yang lama atau yang baru. Ada adagium menyatakan tidak ada makan siang yang gratis. KPU dipilih oleh anggota DPR yang notabene adalah anggota partai politik peserta pemilihan umum 2014.

Partai politik sesungguhnya sangat paham dengan PKPU No. 11/2017. Melalui kader-kadernya di DPR, partai politik menyetujui PKPU tersebut sebab akan menyulitkan partai-partai politik baru. Contoh pasal yang menyulitkan adalah definisi verifikasi.

Ada dua tahap yang harus dilalui, penelitian administrasi dan verifikasi faktual. Pertama, penelitian administrasi setelah partai politik memasukkan data kepengurusan dan keanggotan melalui Sistem Informasi Partai Politik (Sipol).

Partai politik juga harus menyerahkan hardcopy data kepada KPU kabupaten/kota untuk diteliti kelengkapan dan keabsahannya. Kedua, setelah partai politik lolos, KPU kembali memverifikasi faktual. KPU meneliti dan mencocokkan objek faktual dengan dokumen persyaratan partai politik untuk menjadi peserta pemilihan umum 2019.

Selanjutnya adalah: Partai lama sangat optimistis akan lolos

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…