Ilustrasi hujan (wallconvert.com) Ilustrasi hujan (wallconvert.com)
Selasa, 6 Februari 2018 10:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Cuaca Ekstrem Diprediksi hingga Rabu

Wilayah DIY akan diguyur hujan lebat mulai Senin hingga Rabu

Solopos.com, SLEMAN-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir di sejumlah wilayah Indonesia.

Fenomena ini akan terjadi pada Senin (5/2/2018) hingga Rabu (7/2/2018). Wilayah DIY, termasuk dalam daerah yang akan dilanda cuaca ekstrem tersebut. Berdasarkan rilis dari BMKG wilayah DIY akan diguyur hujan lebat mulai Senin hingga Rabu.
Cuaca buruk ini disebabkan adanya sirkulasi siklonik di perairan timur Filipina dan Samudera Hindia barat daya Sumatra.

Sirkulasi siklonik merupakan pusaran angin yang memicu massa udara atau uap air sebagai faktor utama pembentuk awan akan bergerak ke arahnya. Hal ini menyebabkan daerah yang berada di sekitar sirkulasi tersebut memiliki potensi pertumbuhan awan signifikan sehingga perlu diwaspadai menimbulkan hujan lebat dan cuaca ekstrem.

Selain hujan deras, wilayah DIY juga diprediksi akan diterpa angin kencang. Warga diminta mewaspadai adanya pembentukan awan Cumulonimbus (Cb). Hingga awal Februari, fenomena angin kencang dan gelombang masih cukup tinggi.

Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Jogja Djoko Budiyono menjelaskan, selama Februari ini secara umum masih puncak musim hujan. Di wilayah Jawa, khususnya DIY intensitas hujan disertai angin dan petir terjadi akibat pengaruh interaksi antara intensitas maksimum Matahari yang posisinya di atas Jawa dan kuatnya monsoon Asia.

Kondisi ini juga memengaruhi munculnya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah utara Australia. “Monsoon baratan atau Asia masih banyak membawa uap air. Kondisinya masih cukup kuat masuk hingga bagian selatan equator,” jelasnya kepada Solopos.com, Senin.

Hangatnya suhu muka laut perairan Indonesia yang secara umum berkisar antara 28-30 derajat selsius berperan dalam ketersediaan uap air di Jawa. Kondisi tersebut menyebabkan potensi pembentukan awan hujan relatif tinggi. “Osilasi MJO yang diprediksi Maret berada kembali di wilayah Indonesia bagian barat [fase empat] berpotensi menyebabkan peningkatan hujan di wilayah Jawa,” jelas Djoko.

Dari kondisi cuaca tersebut, Djoko menegaskan jika potensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang masih terjadi di DIY. Dia mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai bencana alam akibat cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang/baliho roboh serta sambaran petir. “April diprediksi baru akan masuk pancaroba,” katanya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…