Pengguna jalan ragu-ragu menembus genangan air di Jl. Raya Kaligawe-Genuk, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (3/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Pengguna jalan ragu-ragu menembus genangan air di Jl. Raya Kaligawe-Genuk, Kota Semarang, Jateng, Sabtu (3/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Selasa, 6 Februari 2018 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

BENCANA JATENG
Waspada! Banjir Genangi Jalur Semarang-Demak

Bencana banjir yang melanda pesisir Jateng membuat jalur Semarang-Demak terendam sehingga arus lalu lintas pun terhambat.

Solopos.com, SEMARANG – Jalur Jl. Kaligawe yang menghubungkan Semarang-Demak, Jawa Tengah, Senin (5/2/2018) malam, tergenang banjir yang disebabkan derasnya hujan yang mengguyur selama beberapa hari ini.

Genangan banjir terlihat mulai dari depan kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang hingga mendekati perbatasan Demak dengan ketinggian air yang bervariasi. Mulai depan Terminal Terboyo Semarang, genangan air cukup tinggi sekitar 30 cm-50 cm yang membuat kendaraan berjalan pelan sehingga terjadi kemacetan sepanjang jalur tersebut.

Beberapa sepeda motor yang mogok karena tidak kuat menerjang banjir membuat kondisi lalu lintas menjadi semakin tersendat, apalagi banyak kendaraan besar yang padat melintas. Salah seorang pengendara, Yadi mengaku kerepotan dengan banjir yang menggenang karena sepeda motornya menjadi mogok sehingga terpaksa menuntun dan memperbaikinya.

“Ya, memang harus lewat sini karena jalan paling dekat. Kalau harus memutar bisa, tetapi jauh,” kata wiraswasta yang bekerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang itu. Yadi berharap Pemerintah Kota Semarang segera membenahi persoalan banjir, khususnya di kawasan Kaligawe yang selama ini menjadi langganan ketika hujan deras mengguyur.

Pengendara lainnya, Agus, warga Genuk juga mengatakan bencamna banjir memang menjadi langganan di kawasan Kota Semarang, Jateng itu meski sudah disiasati dengan pompa air untuk menyedot banjir. “Katanya sudah ada pompa, tetapi enggak tahu masih tetap banjir. Ya, kalau bisa segera diatasi apalagi sekarang kan masih musim hujan. Kalau hujan sering banjir,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang Supriyadi yang melakukan inspeksi mendadak terkait banjir menemukan pompa air yang rusak. “Kami banyak dapat laporan dari warga mengenai banjir di Kaligawe ini. Makanya, saya sengaja lihat langsung di lapangan. Ternyata, banjirnya terjadi hingga mendekati perbatasan Demak,” katanya.

Namun, kata dia, banjir hanya menggenangi jalan raya karena debit air di Sungai Sringin, Sungai Sringin Baru, dan Sungai Babon tidak tinggi sehingga sebenarnya bisa dimaksimalkan dengan pompa. “Di Sungai Sringin ada lima pompa, Sungai Sringin Baru ada enam pompa tetapi hanya tujuh pompa yang jalan. Ini ada yang rusak malah,” katanya sembari menunjukkan “fanbelt” pompa yang putus.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan dari keterangan warga sekitar sudah empat hari pompa itu rusak dan sudah dilaporkan, tetapi belum juga ada upaya perbaikan yang dilakukan. Tak berselang lama, petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Semarang datang sembari membawa suku cadang dan peralatan untuk memperbaiki pompa air yang rusak.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Memaknai Imlek, Memulihkan Bumi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (15/2/2018). Esai ini karya Hendra Kurniawan, dosen Pendidikan Sejarah di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menekuni kajian sejarah Tionghoa. Alamat e-mail penulis adalah hendrayang7@tgmail.com. Solopos.com, SOLO–Syahdan ketika Dinasti Qing runtuh dan mengakhiri sejarah…