Ilustrasi bersih-bersih lumpur sisa banjir. (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho) Ilustrasi bersih-bersih lumpur sisa banjir. (JIBI/Solopos/Antara/Yusuf Nugroho)
Selasa, 6 Februari 2018 19:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

BENCANA JATENG
Warga Mangkang Semarang Disibukkan Lumpur Sisa Banjir

Bencana banjir di Mangkang, Semarang, Jateng sibuk membersihkan lumpur yang mengotori rumah mereka.

Solopos.com, SEMARANG — Puluhan warga di RT 003/RW 003, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Selasa (6/2/2018), hsrus bersibuk-sibuk membersihkan lumpur sisa banjir yang sempat menggenangi kawasan itu pada malam sebelumnya.

Seperti diungkapkan Yati, salah seorang warga korban banjir di Mangkang, Semarang, mengatakan banyak peralatan elektroniknya yang rusak akibat banjir karena rumahnya dalam kondisi kosong ditinggal bekerja. “Semua alat elektronik pada korslet. Belum tahu bisa diperbaiki apa tidak. Kebetulan, tidak ada orang di rumah karena pada kerja. Terpaksa, hari ini membersihkan rumah dulu akibat banjir,” katanya di Kota Semarang, Jepang, Selasa.

Ia berharap pemerintah segera menutup bagian tanggul di Sungai Beringin yang jebol karena banjir sewaktu-waktu bisa menggenang, mengingat kondisi cuaca belakangan yang masih terus hujan deras. “Kondisi cuaca kan tidak bisa diprediksi. Kalau terus hujan seperti ini, bisa banjir lagi. Ya, kami berharap setidaknya bisa diberi karung atau apa sementara untuk menanggul sungai,” katanya.

Warga lainnya, Tarno, meminta pemerintah segera melakukan upaya untuk mengantisipasi banjir di kawasan Mangkang, seperti perbaikan tanggul dan normalisasi Sungai Beringin yang sudah semakin sempit. Penanganan yang dilakukan, kata dia, harus bersifat jangka pendek, menengah, dan panjang sehingga warga tidak lagi khawatir rumahnya tergenang banjir, apalagi mayoritas warga juga bekerja.

“Kalau banjirnya siang begini warga kan tidak di rumah, ya, tidak bisa menyelamatkan barang-barangnya. Kemarin, air datang begitu cepat. Jadi, banyak yang barang-barangnya terendam banjir,” katanya.

Diakuinya, kawasan permukiman yang berdekatan dengan Sungai Beringin dan Sungai Plumbon Semarang itu memang kerap tergenang banjir, terutama saat terjadi hujan deras karena sempitnya sungai. “Biasanya, kalau daerah atas, seperti Mijen dan Boja hujan deras, dampaknya di sini. Tanggulnya tidak kuat menahan derasnya arus sungai, ya jebol akhirnya,” katanya.

Sebelumnya, puluhan rumah di Mangkang Wetan, Semarang, terendam banjir akibat tanggul Sungai Beringin yang melintasi kawasan permukiman itu jebol yang membuat banjir langsung menggenang. Camat Tugu, Siswantoro, mengatakan upaya untuk membuat tanggul sementara di titik yang jebol sudah dilakukan, termasuk memberikan imbauan kepada warga yang terdampak banjir untuk mengungsi sementara.

Banjir yang melanda kawasan Mangkang itu bukan kali pertama terjadi, pada 22 November 2017 juga sempat terjadi banjir yang menggenangi rumah-rumah warga di RT 002 dan RT 003, RW 003, Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…