Ilustrasi tanah longsor. (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi tanah longsor. (JIBI/Solopos/Antara)
Selasa, 6 Februari 2018 18:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

BENCANA JATENG
Sehari, Tanah Longor Dera 4 Kecamatan di Semarang

Bencana tanah longsor mendera wilayah di empat kecamatan di Kota Semarang, Jateng dalaa waktu sehari.

Solopos.com, SEMARANG – Hujan deras dengan rentang waku cukup lama mengguyur Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Senin (5/2/2018), dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Selain banjir, hujan deras itu juga memicu bencana tanah longsor yang mendera wilayah di empat kecamatan di ibu kota Jateng dalam waktu sehari.

Dijelaskan Humas BPBD Jateng melalui Twitter, Selasa (6/2/2018), bencana tanah longsor di ibu kota Jateng itu mendera Kecamatan Gunungpati, Kecamatan Gajahmungkur, Kecamatan Tembalang, dan Kecamatan Semarang Barat. Bencana tanah longsor itu memicu kerugian materi mencapai puluhan juta.

[Baca juga Sampai Kapan Hujan Siang-Malam Begini?]

Berdasarkan data yang dibeberkan di laman resmi milik BPBD Jateng, tanah longsor di Kecamatan Gunungpati menyasar jalan masuk ke wilayah Deliksari, RW 006, Kelurahan Sukorejo. Jalan menuju Deliksari selebar 8 meter didera tanah longsor. Namun demikiian, jalan tersebut masih bisa dilalui dan tak menimbulkan korban jiwa.

Di Kecamatan Gajahmungkir, tanah longsor memicu ambrolnya fondasi rumah milik Sutiman, 50, di Kalilangse, RT 005/ RW 002, Kelurahan Gajahmungkur. Fondasi berukuran 20 meter persegi runtuh akibat longsornya tanah di kawsan tersebut.

Tanah longsor yang juga terjadi di Kecamatan Tembalang membuat tebing pembatas halaman rumah milik Waluyo, 47, dan rumah milik Suyanto, 71, di Jl. Ngemplak Saputan, RT 010/RW 009, Kelurahan Tandang ambrol. Tebing setinggi 5 meter dan panjang 23 meter itu menimpa rumah milik Eko Pramono dan Arif Nurjaman. Mesi demikian, bencana di salah satu sudut ibu Kota Jateng itu tak menelan korban jiwa.

Sementara di Kecamatan Semarang Barat, benacana serupa mendera tiga wilayah sekaligus, yakni satu di Kelurahan Ngemplak dan dua Kelurahan Bongsari. Di Kelurahan Ngemplak, tanah longsor memicu talut setinggi 7 meter di rumah milik Sunarti roboh dan menimpa rumah milik Suroto yang lokasinya berada dibawah rumah milik Sunarti. Meski tak menelan korban jiwa, tanah longsor di Kelurahan Ngemplak, Semarang Barat itu memicu kerugian yang diperkirakan mencapai Rp40 juta.

Sementara itu, tanah longsor di Kelurahan Bongsari, Kecamata Semarang Barat terjadi di halaman rumah milik Sunarsi di Jl. Taman Srinindito, RT 009/RW 004 dan fondasi rumah milik Sugiyanto di RT 002/RW 001. Akibat kejadian itu rumah milik Sunarsi dan Sugiyanto sempat dikosongkan. Warga setempat kemudian bahu-membahu membersihkan material yang longsor.

Bencana tampaknya memang sedang menghantui ibu kota Jateng dalam sehari, Senin (5/2/2018). Seperti dikabarkan Semarangpos.com sebelumnya, selain tanah longsor di sejumlah wilayah tersebut, hujan deras di Kota Semarang pada hari yang sama juga memicu banjir di sejumlah wlayah di Kecamatan Tugu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…