Banjir di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupate Kudus, Jateng, Senin (5/2/2018). (Instagram-@sekitarkudus) Banjir di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupate Kudus, Jateng, Senin (5/2/2018). (Instagram-@sekitarkudus)
Selasa, 6 Februari 2018 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

BENCANA JATENG
Lalu Lintas di Jalur Pantura Kudus Tersendat Akibat Banjir

Bencana banjir membuat arus lalu lintas jalur pantura Kudus, Jateng tersendat.

Solopos.com, KUDUS – Arus lalu lintas kendaraan di jalur pantai utara (pantura) Kudus, Jawa Tengah, Senin (5/2/2018), tersendat akibat banjir dengan ketinggian bervariasi. Kemacetan itu tepatnya di km. 5 yang terasuk wilayah Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jateng.

Ketinggian genangan banjur di sepanjang jalur jalan pantura timur Kudus, tepatnya di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, Jateng dilaporkan Kantor Berita Antara, belum surut hingga malam hari. Akibat bencana banjir itu, antrean kendaraan dari arah Semarang terlihat di sepanjang jalur jalan Kudus-Pati dan Jalan Lingkar Ngembal, Kudus, Jateng dengan panjang antrean hingga 1 km.

[Baca juga Sampai Kapan Hujan Siang-Malam Begini?]

Pemandangan serupa juga terjadi dari arah Surabaya dan Pati yang sama-sama menunjukkan antrean kendaraan yang cukup panjang. Antrean kendaraan itu didominasi truk bersumbu yang terlihat di sepanjang jalan lingkar dan jalur jalan Kudus-Pati.

Suhadi, 40, salah seorang pengendara sepeda motor di Kudus, mengaku tidak berani melintas jalur jalan itu karena khawatir sepeda motornya mogok. Ia mengaku sejatinya hendak ke Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus untuk berangkat kerja, namun karena banjir akhirnya ia pun berbalik arah.

Nasib berbeda dialami Budiyono, pengendara sepeda motor lain yang mengaku mengalami nasib kurang beruntung karena sepeda motornya mogok setelah dipaksa melintasi genangan banjir tersebut. Air bah tersebut bukan hanya menggenangi jalur jalur pantura Kudus, melainkan sejumlah rumah warga juga ikut tergenang banjir dengan ketinggian bervariasi.

Fairus, 28, salah seorang warga Desa Ngembalrejo mengaku sudah mengantisipasi agar rumahnya tidak tergenang banjir dengan menyiapkan karung plastik yang berisi material tanah dan pasir. “Banjir seperti sekarang sudah sering terjadi sehingga karung plastik yang berisi material pasir maupun tanah selalu tersedia,” ujarnya.

Setelah mendapatkan pemberitahuan lewat masjid tentang bakal datangnya bencana banjir, kata dia, rumahnya yang berdekatan dengan jalur jalan pantura Kudus segera ditanggul, sehingga air bah tidak masuk rumah. Banjir tersebut, katanya, mulai terjadi pukul 16.00 WIB dan hingga pukul 19.30 WIB belum juga surut.

Aparat kepolisian yang siaga di lokasi bencana banjir juga membantu mengatur arus lalu lintas, termasuk di pertigaan Ngembalrejo yang sebelumya kendaraannya sempat saling serobot. Keberadaan polisi membuat arus lalu lintas lebih tertib.

Kendaraan kecil yang hendak melintas di area yang mengalami bencana alam banjir itu diarahkan melewati jalur alternatif melalui kampus STAIN Kudus di Jl. Conge melewati Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kudus dan tembus hingga Perempatan Kerawang atau jalur jalan pantura Kudus, Jateng.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…