Banjir merendam jalur Jepara-Kudus, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jateng, Senin (5/2/2018) sore. (Twitter-@VisitJepara) Banjir merendam jalur Jepara-Kudus, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jateng, Senin (5/2/2018) sore. (Twitter-@VisitJepara)
Selasa, 6 Februari 2018 07:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

BENCANA JATENG
Jalur Kudus-Jepara Tergenang Air, Camat Mayong Salahkan Warga

Bencana banjir yang merendam jalur jalan Kudus-Jepara memicu Camat Mayong Rini Patmini menyalahkan warga setempat.

Solopos.com, KUDUS – Bencana banjir mendera jalur jalan Jepara-Kudus, Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jateng, Senin (5/2/2018) sore. Camat Mayong Rini Patmini menyalahkan warga setempat yang menurutnya telah menutup saluran air dengan beton.

Dikabarkan Kantor Berita Antara, Rini menyayangkan tindakan warga setempat yang menurutnya telah menutup drainase dengan beton. Menurutnya, penutupan saluran air itu akan mempersulit proses pembersihan jika tersumbat.

[Baca juga Sampai Kapan Hujan Siang-Malam Begini?]

Rini menjelaskan penyumbatan drainase itu menyebabkan banjir di jalur Jepara-Kudus mulai pukul 15.00 WIB. Kemacetan lalu lintas pun mulai mengular karena pengguna jalan tak berani menerjang banjir.

Selain masalah drainase, Rini menjelaskan bencana banjir yang sempat memutus akses dari Jepara ke Kudus itu juga disebabkan curah hujan yang cukup tinggi. Rini mengungkapkan banjir itu juga merendam permukiman warga dan salah satu rumah sakit setempat.

“Beberapa permukiman warga ada yang terendam banjir karena faktor curah hujan, termasuk Rumah Sakit PKU juga langganan terkena dampak banjir,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasan Rini, ada beberapa sepeda motor yang mogok kala nekat menerjang banjir. “Untuk kendaraan besar, katanya masih ada yang berani melintas, sedangkan kendaraan kecil tidak berani karena mempertimbangkan ketinggian banjir,” bebernya.

Camat Mayong tersebut menilai masalah banjir yang kerap mendera wilayahnya akan selesai jika sungai di kawasan Mayong segera dinormalisasi. “Agar daya tampungnya bisa maksimal dan mampu menampung peningkatan debit air saat musim hujan seperti sekarang,” ungkap Rini.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Jepara AKP I Putu Krisna membenarkan bencana banjir itu memicu kemacetan arus lalu lintas di jalur Jepara-Kudus, Jateng tersebut. Menurutnya, jalan tersebut sebenarnya dapat dilalui, namun harus ekstra hati-hati, terlebih untuk sepeda motor dan mobil bersuspensi rendah.

Menurutnya, kemacetan lalu lintas itu terjadi akibat beberapa pengguna jalan melambatkan laju mereka kala menerjang banjir. “Karena kendaraan kecil harus mencari rendaman air yang lebih rendah, mengakibatkan arus lalu lintas kurang lancar,” ujarnya.

Akibat bencana banjir tersebut, kemacetan lalu lintas di jalur Jepara-Kudus, Jateng mencapai 500 meter. Demi memperlancar arus lalu lintas, aparat Satlantas Polres Jepara dan Polsek Mayong diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…