Kalakhar BPBD Jateng, Sarwa Pramana. Kalakhar BPBD Jateng, Sarwa Pramana, saat dijumpai Semarangpos.com di ruang kerjanya, Selasa (6/2/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Selasa, 6 Februari 2018 20:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

BENCANA JATENG
Bahaya Longsor Ancam Ribuan Warga di 4 Wilayah Ini

Bencana tanah longsor mengancam sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng).

Solopos.com, SEMARANG – Bencana banjir bandang saat ini memang tengah melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng). Kendati demikian, bukan hanya banjir yang patut diwaspadai masyarakat di Jateng tapi juga tanah longsor.

Bahkan, akibat ancaman bencana tanah longsor ribuan warga yang berdomisili di Kabupaten Wonogiri, Purworejo, Cilacap, dan Banjarnegara harus segera direlokasi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana, menyebutkan ribuan warga itu harus direlokasi menyusul daerah yang ditinggali terjadi pergerakan tanah. Dengan intensitas hujan yang lebat terus menerus, kondisi tanah yang bergerak itu sangat berpotensi mengalami longsor.

“Tanda-tandanya sudah kelihatan. Sudah dilakukan survei oleh PVMBG [Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi] juga dan direkomendasikan untuk direlokasi. Sehingga, harus segera pindah guna mengantisipasi jatuhnya banyak korban akibat longsor,” ujar Sarwa saat dijumpai Semarangpos.com di kantornya, Semarang, Jateng, Selasa (6/2/2018).

Sarwa menyebutkan sebenarnya tanda-tanda pergerakan tanah di keempat wilayah itu sudah lama terdeteksi. Namun, dari warga setempat tidak ada penanganan secara riil untuk mengantisipasi dengan menutup retakan tanah menggunakan tanah liat.

“Seharusnya begitu melihat ada retakan tanah langsung ditutup dengan tanah liat sehingga pergerakan tanahnya bisa diantisipasi,” ungkap Sarwa.

Sarwa menambahkan wilayah yang terancam bencana longsor di Jateng itu rata-rata berada di dataran tinggi. Oleh sebab itu, pemerintah setempat harus segera merelokasi warga di sekitar daerah itu ke lokasi yang lebih aman.

“Dari kami [Pemprov Jateng] siap memberikan dana untuk relokasi bencana. Tapi, lahan untuk relokasinya harus sudah disiapkan lebih dulu oleh pemerintah setempat. Begitu ada lahannya, kami langsung berikan dana sekitar Rp1 miliar,” ujar Sarwa.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…