Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan keterangan pers di Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (14/2/2017), menanggapi pernyataan Antasari Azhar. (JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A.)
Selasa, 6 Februari 2018 18:00 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Hukum Share :

Bantah Pernah Dilapori Mirwan Amir, SBY Klaim Proyek E-KTP Akuntabel

SBY membantah pernah dilapori oleh Mirwan Amir soal masalah e-KTP. SBY bahkan mengklaim proyek e-KTP akuntabel.

Solopos.com, JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantah dirinya terlibat dalam urusan teknis proyek pengadaan e-KTP seperti yang disebutkan mantan politikus Demokrat Mirwan Amir. Dalam kesaksiannya di sidang kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto, Kamis (25/1/2018) lalu, Mirwan mengatakan SBY telah mendapat laporan bahwa proyek itu bermasalah.

SBY menyebut pernyataan Mirwan yang kemudian diamplifikasi oleh pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, itu sebagai fitnah. “Yah, kali ini, fitnah baik langsung dan tidak langsung sepoerti dikatakan mereka, penguasa yang melakukan intervensi terhadap e-KTP. Seolah-olah, lagi-lagi menurut mereka, saya mengatur dan terkibat dalam proyek e-KTP itu,” kata SBY dalam jumpa pers di Kantor DPP Demokrat, Selasa (6/2/2018) sore, yang ditayangkan live oleh Kompas TV.

Menurut SBY, ada yang aneh dalam percakapan antara Firman dan Mirwan. Dia menuding percakapan dalam sidang kasus korupsi e-KTP itu tidak nyambung dan bernuansa rekayasa. Dia juga menyinggung gestur Setya Novanto yang menunjukkan sebuah buku catatan.

“Bukan hanya dalam persidangan yang saya tahu dilindungi, Firman Wijaya mengeluarkan pernyataan di depan pers, yang kita pelajari seperti bias, seperti diarahkan. Secara tidak langsung tapi jelas menuduh saya sebagai orang besar yang menintervensi pengadaan e-KTP.”

Menanggapi keterangan Mirwan, SBY mengaku telah mengumpulkan para mantan pejabat era pemerintahanya yang terkait program e-KTP. SBY beralasan langkah ini dia lakukan karena dia tidak mengertahui wilayah teknis dan operasional. Pertemuan itu, kata SBY, dihadiri mantan ketua tim pengarah e-KTP, mantan Menkopolhukam, mantan Mendagri, mantan Jaksa Agung, mantan Seskab, dan mantan Menko Perekonomian.

Dari keterangan yang dikumpulkannya, SBY mengklaim proyek e-KTP adalah program yang dilakukan dengan pengorganisasian dan akuntabilitas yang sangat baik. Baca juga: Polisikan Pengacara Setnov, SBY Singgung Tahun Politik & Jokowi.

“Testimoni, terlebih mantan mendagri dan menkopolhukam, yang menjelaskan lebih utuh. Jelas sekali e-KTP amanah UU. Program pemerintah, seperti halnya program itu, dilakukan sesuai amanah UU dan aturan yang ada. Organisasi dibentuk secara prudent [hati-hati]. Ini adalah program yang akuntabilitasnya, pengorganisasiannya, dilakukan secara seksama. Ada pengarah sekian menteri, ada kemendagri, ada tim teknis, ada tim pelaksana. Ada pertemuan berkala, sekali-kali disampaikan ke wapres,” kata SBY.

Sedangkan tentang keterangan Mirwan, SBY membantah pernah mendapat laporan bahwa ada masalah di proyek e-KTP sehingga harus dihentikan. SBY mengklaim tidak ada tim teknis maupun pejabat yang melapor ada masalah e-KTP dan memintanya menghentikan proyek itu. Baca juga: Saksi: SBY Perintahkan Proyek Jalan Terus Meskipun Bermasalah.

“Sampai setelah saya tidak jadi presiden, tidak pernah ada yang melapor ke saya bahwa ada masalah serius terhadap masalah e-KTP dan program itu harus dihentikan. Tidak ada siapapun, dari tim teknis, BPK, siapapun, tidak ada. Termasuk yang mengaku melapor ke saya, Mirwan Amir. Tolong di mana, kapan, dia melapor ke saya, tolong sebutkan karena kalau pertemua resmi pasti ada saksinya. Tidak pernah ada. Allah juga mendengar ucapan saya,” kata SBY.

SBY mengklaim tidak pernah mengintervensi proyek apapun, tak hanya e-KTP. “Dengan cerita saya ini, lantas ada apa dengan ini. Skenario apa ini? Siapa di balik ini? Menjelang pemilu 2019 harus kita ungkap.”

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…