Suasana usai pembukaan tirai papan Help Desk NYIA, Senin (5/2/2018). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Suasana usai pembukaan tirai papan Help Desk NYIA, Senin (5/2/2018). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 6 Februari 2018 19:40 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

BANDARA KULONPROGO
Baru Diresmikan, Help Desk NYIA Digeruduk Empat Laporan

Warga mengadukan sejumlah persoalan mulai dari tenaga kerja hinga pengukuran tanah.

Solopos.com, KULONPROGO–Sehari setelah diresmikan pada Senin (5/2/2018), Help Desk Proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT Angkasa Pura I (PT AP I) yang merupakan pusat aduan permasalahan seputar proyek bandara menerima empat laporan. Empat laporan tersebut ada yang memang ditujukan kepada PT AP I sedangkan yang lainnya kepada rekanan proyek.

Supervisi Tim Help Desk NYIA PT AP I, Ariyadi Subagyo mengatakan laporan itu salah satunya berasal dari warga. Perihal adanya perbedaan besaran sisa lahan tidak kena ukur oleh tim ukur proyek yang ada dalam sertifikat yang dipegang oleh warga dan  dokumen dari PT AP I. Laporan lainnya datang dari search and rescue yang ditujukan kepada pelaksana proyek di lapangan. Berikutnya , laporan datang dari elemen warga yang mengatasnamakan diri Paguyuban Warga Terdampak Bandara Pantai Selatan (Patra Pansel). Mereka menyampaikan usulan sekaligus tuntutan terkait pemberdayaan sosial. Laporan keempat berasal dari paguyuban penghayat kepercayaan Tulis Tanpo Papan, Temon yang memberikan dukungan doa bagi kelancaran pembangunan NYIA.

“Semua akan kami olah, kami susun menjadi sistematis, dan kami sampaikan ke pemegang kebijakan. Kami juga akan mengawal dan bukan hanya menyampaikan usul dan masukan tadi, tapi jelas dari laporan-laporan yang masuk tadi akan kami buat dalam skala prioritas,” ungkapnya, di ruang tamu Help Desk, Selasa (6/2/2018).

Baca juga : BANDARA KULONPROGO : Help Desk NYIA Resmi Dibuka, Harus Jawab Masalah dalam 1 Hari

Pada prinsipnya, Help Desk tidak terlalu berfokus pada jumlah laporan, melainkan seberapa kualitas informasi bernilai yang masuk ke meja Help Desk. Sehingga nantinya bisa langsung diidentifikasi dan diolah tim. Namun ia menegaskan, tim akan berupaya agar solusi yang berhasil diformulasikan tidak akan membuat warga terpinggirkan.

Salah seorang perwakilan Patra Pansel, Wisnu mengatakan, kedatangan jajarannya ke Help Desk, untuk menyampaikan keluhan masyarakat terkait tidak adanya kejelasan informasi penyaluran tenaga kerja yang sudah mengikuti pelatihan bersama PT AP I.  Misalnya terkait perekrutan, pelatihan tenaga pengamanan yang sampai sekarang belum jelas akan disalurkan bekerja di mana. Ia tidak ingin, warga yang sudah mengikuti pelatihan, pada ujungnya tidak dapat menggunakan apa yang mereka dapatkan untuk mencari nafkah.

“Jangan sampai apa yang dilakukan itu sia-sia. Karena sudah menggunakan uang dan energi yang tidak sedikit,” terang Wisnu, yang hadir bersama puluhan anggota Patra Pansel lainnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Patra Pansel, Ferry Teguh Wahyudi menginginkan adanya kejelasan informasi bagi warga untuk bisa terlibat dalam pengerjaan di bandara, dengan kata lain pemberdayaan bagi warga terdampak.

“Kami sudah punya badan hukum berbentuk PT bidang usaha wisata dan pembangunan. Jadi kami siap, seandainya kami diberi tanggung jawab mengakses penyiapan tenaga kerja,” jelasnya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…