Yamaha Mio S Para peserta city tour Yamaha Mio S saat berfoto di Grand Maerakaca, Semarang, Sabtu (3/2/2018). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Senin, 5 Februari 2018 12:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

SEPEDA MOTOR YAMAHA
Serunya Berkeliling Kota Semarang dengan Mio S

Motor baru Yamaha, Mio S, kembali diuji keiritannya di jalanan Kota Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – Hujan yang mengguyur jalanan Kota Semarang menyisakan kepadatan lalu lintas di Jl. Pemuda, Semarang, Sabtu (3/2/2018) siang. Meski demikian, hal itu tak menyurutkan niat belasan rider menggelar city tour atau tur keliling kota dengan menggunakan motor baru Yamaha, Mio S.

Mengawali perjalanan dari Kantor Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Jateng di Jl. Pemuda No.83, puluhan rider itu berjalan pelan-pelan. Mereka membelah kemacetan di Jl. Pemuda menuju Lawang Sewu, Semarang.

Di Lawang Sewu, para peserta singgah sejenak dan berkeliling menikmati megahnya bangunan gedung bekas kantor Nederlans Indische Spoorweg (NIS).

Seusai dari Lawang Sewu, peserta kembali melakukan perjalanan menuju bangunan bersejarah lainnya di Kota Semarang, yakni Sam Poo Kong. Setelah puas menikmati keindahan tempat yang menjadi persingahan Laksamana Ceng Ho itu, para rider pun melanjutkan perjalanan menuju objek wisata lainnya di Kota Semarang, yakni Grand Maerakaca.

Indahnya pemandangan hutan bakau di Grand Maerakaca membuat para peserta tak ingin berajak. Meski demikian, mereka harus melanjutkan perjalanan kembali menuju kantor YIMM Jateng atau yang populer dengan sebutan Yamaha Flagship.

Total ada sekitar 15 kilometer (km) jarak yang ditempuh para rider selama menggelar city tour bersama motor Yamaha Mio S di Kota Semarang itu. Selama tur, peserta juga diminta menguji efisiensi bahan bakar paada motor yang dikendarai.

Salah seorang peserta asal Bandungan, Kabupaten Semarang, Efendi, mengaku takjub dengan keiritan Yamaha Mio S. Hal itu dikarenakan selama menempuh perjalanan jarum indikator bensin pada motornya tak bergeser sedikit pun.

Kok ketoke ora berubah ya? Irit tenan ki [Kok seperti enggak berubah ya? Irit banget ini],” ujar Efendi saat berbincang dengan Semarangpos.com seusai melakukan tur.

Senada juga diungkapkan Syaikh Hasina Candrika Yudistira. Mahasiswa Universitas Semarang (Usm) itu menilai Yamaha Mio S tak hanya irit, tapi juga nyaman dikendarai.

“Dari dulu saya pakai produk Yamaha, tapi ini yang paling nyaman. Enggak hanya irit, modelnya juga lucu. Pijakannya juga lebih lebar,” tutur perempuan pemilik akun Instagram @davigul itu.

City Tour Yamaha Mio S itu memang digelar Yamaha tidak hanya untuk memberikan perjalanan wisata kepada para rider yang terdiri dari blogger, jurnalis, dan selebgram. Acara itu digunakan Yamaha juga untuk menguji keiritan sepeda motor terbarunya.

Peserta motor paling sedikit menghabiskan bahan bakar atau paling irit berhak mendapatkan hadiah uang Rp1 juta. Sementara, juara kedua meraih hadiah Rp750.000 dan juara ketiga Rp500.000.

Tampil sebagai juara pertama perlombaan bertajuk 1 Liter Challenge itu adalah selebgram asal Semarang, Cindy Kharomah. Perempuan berusia 19 tahun itu mencatatkan efisiensi bahan bakar 1:80 atau menghabiskan bensin satu liter untuk menempuh jarak 80 km.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…