Sukir, salah satu seniman tari menyerahkan penghargaan kepada Nella Adias Woro selaku penyelenggara lomba dalam penutupan Lomba Seni Tari Tradisi, Klasik, dan Kreasi Baru di Roof Top Lippo Mall, Minggu (4/2/2018). (Foto istimewa) Sukir, salah satu seniman tari menyerahkan penghargaan kepada Nella Adias Woro selaku penyelenggara lomba dalam penutupan Lomba Seni Tari Tradisi, Klasik, dan Kreasi Baru di Roof Top Lippo Mall, Minggu (4/2/2018). (Foto istimewa)
Senin, 5 Februari 2018 21:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Selenggarakan Lomba Tari Unik, Nella Dapat Penghargaan

Nella Adias Woro, penyelenggara sekaligus sponsor tunggal dalam Lomba Seni Tari Tradisi, Klasik, dan Kreasi Baru mendapatkan penghargaan

Solopos.com, JOGJA– Nella Adias Woro, penyelenggara sekaligus sponsor tunggal dalam Lomba Seni Tari Tradisi, Klasik, dan Kreasi Baru mendapatkan penghargaan atas event yang digelarnya dari SevenSky, Lippo Plaza Yogyakarta, My Organizer dan XO Production dalam penutupan lomba, Minggu (4/2/2018).

Baca juga : Lomba Tari Tradisional Ini Harus Cantumkan Nama Pencipta Tarian

Penghargaan itu diserahkan atas kontribusi Nella menyelenggarakan lomba tari pada 3-4 Februari itu di rooftop, Lippo Plaza Yogyakarta. Nella Adias Woro, ketua panitia sekaligus kreator acara ini mengatakan penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk mengadakan lomba serupa namun dengan skala lebih besar lagi.

“Berikutnya kita gelar dengan skala nasional supaya lebih luas dampaknya,” katanya, Minggu.

Terlebih lagi, lomba dengan juri baik praktisi maupun akademisi tari tersebut diadakan dengan tujuan untuk memotivasi generasi muda sejak dini agar mencintai budaya lokal yang mulai kurang diminati karena era globalisasi.

Penyerahan tersebut termasuk juga penyerahkan juara bagi beberapa kategori lomba yang diselenggarakan pada hari kedua itu. Hari kedua lomba sendiri memang dikhususkan bagi peserta lomba dengan rentang usia mulai dari 16 sampai dengan 25 tahun.

Ia menjelaskan lomba tari dengan hadiah jutaan rupiah ini dibagi dalam tiga kategori usia dan satu kategori klasik. Untuk juara 1 kategori tari klasik diraih oleh SMA 1 Kasihan Bantul dengan Tari Golek Ayun-Ayun.

Sedangkan juara 1 kreasi baru kategori B diraih oleh peserta atas nama Windu Anindya untuk Tari Tedhak Siten dan kategori C diraih oleh Sanggar Trikaloka dengan Tari Alumpang.

Setidaknya ada 280 peserta yang mengikuti lomba yang digelar selama dua hari ini. Nella mengaku tak menyangka akan respon masyarakat yang membludak dalam even yang diselenggarakannya ini.

Peserta datang mulai dari Jogja, Magelang hingga Banyumas. Bahkan, ada pula pendaftar dari Jawa Barat yang terpaksa ditolak karena memang ruang lingkupnya hanya DIY dan Jawa Tengah. Terlebih lagi, tarian yang bisa dibawakan memang sebatas di dua daerah itu saja.

Sebelumnya, ia hanya menargetkan jumlah pendaftar sekitar 100 orang saja untuk lomba tarian yang wajib mencantumkan nama pencipta tarian yang dibawakan ini. Hal ini bukan tanpa motif berarti.

Nella berharap dengan cara ini maka pencipta tari tersebut juga dikenal oleh generasi muda. Perlombaan ini juga diramaikan dengan berbagai stan makanan termasuk Bakso Pintar milik Nella.

Peserta juga diminta memposting penampilan mereka di Instagram dengan bakso rempah itu dan ditandai ke akun milik juru rias pengantin ini.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…