Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (JIBI/Solopos/Antara/Setpres/Agus Suparto) Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. (JIBI/Solopos/Antara/Setpres/Agus Suparto)
Senin, 5 Februari 2018 21:00 WIB John Oktaveri/JIBI/Bisnis Politik Share :

Sejarawan Sebut Ada Salah Paham Pidato Kapolri Soal Ormas

Pidato Kapolri soal ormas menjadi perdebatan. Namun sejarawan UI Anhar Gonggong menyebut ada kekeliruan penafsiran.

Solopos.com, JAKARTA — Sejarawan Universitas Indonesia, Anhar Gonggong, menyatakan ada kekeliruan orang dalam menanggapi video pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang viral di media sosial. Pidato itu menimbulkan reaksi dari sebagian ormas Islam dan sejumlah politikus.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh mantan Kapolda Metro Jaya dalam video tersebut adalah dalam konteks waktu sekarang. Tito tidak berbicara dalam konteks masa lalu.

“Sebenarnya orang keliru menanggapi itu. Pak Kapolri, menurut saya, beliau cuma melihat bahwa dalam konteks waktu sekarang. Jadi jangan bawa ke belakang,” ujar Anhar kepada wartawan, Senin (5/2/2018).

Anhar menambahkan, kalau pidato itu mau ditarik ke masa lampau lalu diartikan dalam kontek sekarang bakal terjadi kekeliruan penafsiran. Baca juga: Pidato Kapolri Disoal, “Muhammadiyah Selalu Disebut Setelah NU Pun Tak Masalah”.

Kapolri, ujarnya, tidak bermaksud menafikan ormas selain NU dan Muhammadiyah. Dalam konteks waktu sekarang, Kapolri melihat dua ormas itu yang dapat dikatakan mewakili Islam. “Dalam arti kata kedua organisasi itu membawa suara Islam,” ujarnya.

“Orang salah paham menurut saya lho ya. Kasihan Kapolrinya, dia tidak bermaksud menafikan ormas yang lain dia cuma melihat bahwa konteks waktu itu ya kaya gitu,” ujarnya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan tayangan video pernyataan Kapolri yang mengarahkan kepada bawahannya untuk dapat bersinergi hanya dengan dua organisasi Islam, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Alasan itu dilontarkan Kapolri karena dua organisasi tersebut ikut membantu kemerdekakan Indonesia.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…