Suasana rumah warga di bantaran Sungai Ciliwung yang terdampak banjir di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (5/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Galih Pradipta)
Senin, 5 Februari 2018 23:00 WIB JIBI/Solopos/Antara Peristiwa Share :

Sejak Ditata Ahok, Warga Kampung Pulo Tak Takut Banjir

Warga Kampung Pulo kini tak takut banjir sejak ada tembok pembatas yang dibangun di era Ahok.

Solopos.com, JAKARTA — Warga kawasan Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, tidak panik meski tinggi air Sungai Ciliwung yang melewati daerah tersebut terus naik.

“Sudah sejak dini hari, air sungai meluap, sampai alarm bunyi untuk ngasih tahu kalau mau banjir,” kata Junaidi, warga RT 08, RW 03 Kampung Pulo, Senin (5/2/2018).

Menurut dia, Kampung Pulo tidak lagi menjadi langganan banjir sejak normalisasi Sungai Ciliwung di Kampung Pulo pada 2015. “Terakhir, kebanjiran itu pada tahun 2014. Akan tetapi, banjir paling parah itu pada tahun 2007,” katanya.

Kini, warga Kampung Pulo tidak lagi khawatir banjir, bahkan meningkatnya debit air Sungai Ciliwung yang melewati kawasan Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, menjadi tontonan warga setempat.

“Semenjak dibangun pembatas sungai, kalau sore memang ramai di sini. Apalagi kalau lagi airnya naik, jadi pada mejeng nonton banjir,” kata Mardiana (48 tahun), warga Kampung Pulo, RT 009, RW 003.

Dari pantauan Antara, tampak warga setempat memadati pinggiran tembok pembatas sungai. Di lokasi tersebut telah didirikan tenda darurat untuk mengantisipasi dampak hujan kiriman dari wilayah Bogor, Jawa Barat. Selain itu, juga disiagakan sebuah perahu karet, sebuah ambulans, dan satu mobil pemadam kebakaran.

Tinggi air Sungai Ciliwung yang melewati Kampung Pulo telah meninggi sejak Senin pukul 03.00 WIB dini hari. Hingga Senin sore, hujan ringan hingga deras terus mengguyur kawasan Kampung Pulo.

Badan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta mengumumkan bahwa Bendung Katulampa di Kota Bogor, Jawa Barat, berstatus Siaga 1 sehingga warga Jakarta diminta waspada. Sementara itu, tinggi muka air di Ibu Kota berada di tingkat Siaga 4, kecuali untuk Manggarai, Karet, dan Pasar Ikan yang berada di Siaga 3.

Sejumlah bantaran sungai di Jakarta yang tergenang banjir, yakni Kalibata, Pangadegan, Rawajati, Srengseng Sawah, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Cawang, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…