Anggota Polresta dan Kodim 0735/Solo berada di rumah terduga teroris Hari Suratno, di Semanggi, Pasar Kliwon,Minggu (4/2/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Anggota Polresta dan Kodim 0735/Solo berada di rumah terduga teroris Hari Suratno, di Semanggi, Pasar Kliwon,Minggu (4/2/2018). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Senin, 5 Februari 2018 20:35 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

Rumah Terduga Teroris di Pasar Kliwon Solo Masih Dipantau Polisi

Anggota Polsek Pasar Kliwon, Solo, masih memantau rumah terduga teroris di wilayah tersebut.

Solopos.com, SOLO — Polsek Pasar Kliwon Solo masih terus memantau rumah terduga teroris Heri Suranto, warga Jl. Banjir Kanal Kampung Mipitan RT 007/ RW 012, Semanggi, Pasar Kliwon, yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri, Minggu (4/2/2018).

Sementara itu, tiga terduga teroris yang ditangkap di Karanganyar dan Solo langsung dibawa Densus 88 ke Mabes Polri. Ketiga terduga teroris tersebut yakni EM, 41, warga Dukuh Winong RT 001/RW 004, Desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, dan S, 32, warga Dukuh Winong RT 004 /RW 004, Desa Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, dan Heri Suranto, 50, warga Semanggi, Pasar Kliwon.

Seorang warga Kampung Mipitan, Semanggi, Pasar Kliwon, Ahmad Yulis, mengungkapkan sebelum ditangkap Densus 88 Antiteror, Minggu, Heri sering didatangi belasan orang dari luar daerah. Kalau tidak di rumah, orang-orang tersebut terkadang bertemu Heri di masjid kampung yang jaraknya hanya 20 meter dari rumah Heri.

“Saya terakhir memergoki Heri bertemu teman-temannya di masjid dua hari lalu sebelum ditangkap Densus 88 Antiteror,” ujar Yulis saat ditemui Solopos.com di Jl. Banjir Kanal, Senin (5/2/2018).

Baca:

3 Tahun Bebas, Eks Narapidana Terorisme asal Semanggi Solo Terciduk Lagi

3 Terduga Teroris Karanganyar dan Solo Jaringan JAT

Yulis berpendapat gerak-gerik Heri bersama teman-temannya terkesan mencurigakan. Ia curiga karena Heri pada 2010 pernah ditangkap Densus 88 dalam kasus teror di pos polisi Gladak, Kedunglumbu, Pasar Kliwon, dan Singosaren, Kemlayan, Serengan.

“Saya tidak kaget dengan penangkapan Heri oleh Densus 88 Antiteror. Heri setelah keluar penjara pada 2015 jarang bergaul dengan warga,” kata dia.

Ia mengaku masih melihat anggota polisi berseliweran di sekitar rumah Heri setelah penangkapan pada Minggu itu. Petugas datang ke Kampung Mipitan pada malam hari mengenakan pakaian sipil.

Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono, menjelaskan saat ditangkap Densus 88 di rumahnya pada 2010 silam, Heri memiliki keahlian di bidang informasi teknologi (IT). Kemudian setelah keluar dari penjara diduga memiliki peran membuat bahan kimia. “Kami masih menunggu penyelidikan dari Densus 88 terkait peran Heri dalam kasus ini,” kata Kapolda.

Kanit Reskrim Polsek Pasar Kliwon IPTU Tarto mewakili Kapolresta Solo Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo membenarkan Polresta Solo dan Polsek Pasar Kliwon masih memantau rumah terduga teroris di Kampung Mipitan, Semanggi. Pemantauan tersebut sebagai upaya antisipasi masuknya gerakan kelompok garis keras di Pasar Kliwon.

“Kami melakukan pemantauan di rumah Heri secara terbuka dan tertutup. Heri langsung dibawa Densus 88 di Jakarta, Minggu kemarin,” kata dia.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…