Real Madrid (JIBI/REUTERS/Heino Kalis)
Senin, 5 Februari 2018 06:00 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Spanyol Share :

Real Madrid, dari Tim Terbaik Dunia Menjadi Terburuk dalam Sejarah Klub

Real Madrid tengah dalam kondisi tak baik.

Solopos.com, VALENCIA — Manajer Real Madrid, Zinedine Zidane, tetap bersikukuh dengan ucapannya bahwa persaingan merebut gelar Liga Primera Spanyol musim ini belum berakhir.

Zidane benar-benar keras kepala. Padahal, timnya kembali menelan hasil buruk di markas Levante, Estadio Ciudad de Valencia, Sabtu (3/2/2018) malam WIB. Cristiano Ronaldo dkk. sempat dua kali mengungguli lawannya, dengan gol Sergio Ramos ( menit ke-11) dan Isco (81’). Namun, Levante dua kali pula mampu bangkit menyamakan kedudukan masing-masing dengan gol Emmanuel Boateng (42’) dan Giampolo Pazzini (89’).

Madrid dipastikan akan semakin sulit mengejar riva abadi mereka, Barcelona, yang memimpin perebutan gelar juara Liga Spanyol musim ini.  Madrid bakal tertinggal 21 poin apabila Barcelona menang melawan Espanyol di Derby Catalan, Minggu (4/2/2018) malam WIB.

Padahal dalam sejarah, Madrid belum pernah terpaut 21 poin dari tim yang memuncaki klasemen sementara.  Maka tak salah apabila media Spanyol, Marca, menyebut pasukan Zinedine Zidane “dari tim terbaik di dunia menjadi tim terburuk dalam sejarah klub”.

Musim lalu, memang tidak ada yang menandingi keperkasaan Madrid baik di level Spanyol maupun Eropa. Los Blancos, julukan Madrid, mengawinkan trofi Liga Spanyol dengan Liga Champions. Mereka juga mencetak sejarah sebagai tim yang mampu menjadi juara back-to-back di era Liga Champions.

Marca menyebut tidak ada alasan khusus Madrid mengalami kemerosotan drastis dibandingkan musim lalu. Apakah masalah kebugaran fisik, motivasi, atau kesalahan pemain dan kekeliruan pelatih dan direktur klub.  Yang jelas, Madrid sudah menyia-nyiakan kesempatan untuk menambah amunisi di bursa transfer Januari ini lalu.

Di sisi lain, Zidane masih yakin perebutan gelar Liga Primera belum berakhir meski timnya terliat mustahil mengejar raksasa Catalan. “Saya akan selalu mengatakan liga belum berakhir. Masih ada banyak poin yang tersisa. Kami menelan kekalahan di sebuah pertandingan yang kami dominasi,” jelas Zidane.

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…