Logo Gunungkidul
Senin, 5 Februari 2018 14:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Proyek di Pantai Seruni Milik Pengusaha di Luar PHRI

PHRI masih diabaikan

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul Karnila Sari mengatakan proyek di Pantai Seruni dan Indrayanti dimiliki pengusaha yang tidak tergabung dengan PHRI.

Menurut dia, saat ini banyak pengusaha hotel dan restoran yang tidak berhimpun atau bahkan tidak menjalin komunikasi dalam organisasi yang dia pimpin. “Padahal sebenarnya harus ada rekomendasi juga dari kami, tetapi banyak yang mengabaikan PHRI. Mungkin mereka berpikir PHRI tidak penting atau merasa sudah laku,” ucap dia, Minggu (4/2/2018).

Baca juga : Pengembangan Sarana Pariwisata di Gunungkidul Serampangan

Dia selalu menekankan kepada anggotanya untuk melengkapi perizinan sebelum mendirikan bangunan atau sarana apa pun demi kepentingan bisnis.

Perizinan selama ini menjadi keluhan investor. Presiden Joko Widodo sudah meminta kepada pemerintah daerah untuk tidak membuat regulasi yang bisa memperumit investasi. Bahkan, peraturan perizinan harus terus disederhanakan agar pertumbuhan ekonomi melesat. Meski perizinan kadang berbelit, bukan berarti proses itu bisa diabaikan begitu saja.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY Gonang Djuliastono beberapa waktu lalu mengatakan saat ini tidak ada peraturan daerah (perda) yang menghambat investasi di provinsi ini. Menurut Gonang, pandangan pengusaha mengenai beberapa perda yang dianggap menghambat cenderung berbeda-beda.

“Biasanya yang menghambat investasi itu karena persyaratan yang kurang lengkap saja. Biasanya masalah lingkungan, terkait analisis mengenai dampak lingkungan sebelum usaha didirikan,” ujar Gonang, Selasa.

Selain itu, menurut dia, ceruk investasi di DIY yang masih terbuka lebar adalah di Kulonprogo dan Gunungkidul. Musababnya, penanaman modal di Kota Jogja dan Sleman sudah penuh menyusul pemberlakuan moratorium hotel.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…