Ilustrasi: Aparatur sipil negara (ASN) dituntut profesional dalam bekerja dan melayani masyarakat. (Dokumentasi/JIBI/Solopos) Aparatur sipil negara (ASN) (Dok/JIBI/Solopos)
Senin, 5 Februari 2018 12:15 WIB Indah Septiyaning W/JIBI/SOLOPOS Solo Share :

PNS SOLO
32 Pegawai Pensiun, ASN Pemkot Solo Kian Berkurang

Sebanyak 32 ASN Pemkot Solo pensiun.

Solopos.com, SOLO—Jumlah personel Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus berkurang. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo selama Januari 2018, jumlah ASN pejabat eselon III dan IV Pemkot Solo memasuki masa purna tugas atau pensiun  tercatat ada 32 orang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Yulistianto mengatakan ASN pensiun menduduki jabatan seperti lurah, kepala bidang (kabid), kepala seksi (kasi), serta pejabat setingkat kasi dan lainnya.

“Paling banyak di dinas pendidikan [Disdik],” katanya ketika berbincang dengan Solopos.com, Minggu (4/2/2018). (baca: PNS Solo Diharapkan Jadi Role Model Penggunaan Bright Gas)

Budi mengatakan terus berkurangnya ASN dan tidak diikuti dengan perekrutan pegawai otomatis berdampak pada pelayanan yang tidak maksimal.

Di kantor kelurahan misalnya, pejabat lurah beberapa tidak memiliki staf dan kepala seksi. Hanya beberapa bidang yang merangkap sebagai petugas pelayanan. Bahkan ditemukan beberapa kantor kelurahan minim petugas pelayanan.

“Kelurahan yang tidak punya staf atau Kasi itu kalau lurahnya rapat keluar ya kantor kosong. Pelayanannya jadi payah,” keluhnya.

Alhasil, Pemkot harus menambal sulam kekurangan pegawai tersebut dengan perekrutan tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK). Namun demikian, itu tidak bisa menjadi satu-satunya solusi, mengingat tenaga kontrak hanya bisa menempati pos-pos teknis dan tidak bisa ditempatkan di posisi pengambil kebijakan dan keuangan.

“Sekarang kami tinggal menunggu dibukanya pembukaan CASN tahun ini,” katanya.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menilai kebijakan moratorium CASN oleh Pemerintah Pusat merugikan Pemerintah Daerah.

“Pusat tidak tahu kondisi di daerah, mestinya tidak dipukul rata,” ungkapnya.

Terkait kuota penerimaan CASN 2018, Pemkot sampai saat ini masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birojrasi (Kemenpan dan RB).

Pemkot sebelumnya  mengajukan 609 kuota penerimaan CASN Kemenpan dan RB.  Pengajuan dilakukan lantaran Pemkot krisis ASN. Rekruitmen CASN terakhir digelar Pemkot pada 2014 silam. Hal ini terkait  kebijakan Pemerintah Pusat memoratorium penerimaan CPNS. Akibatnya kekurangan jumlah ASN semakin bertambah dari tahun ke tahun.

Dalam hal ini Pemkot masih kekurangan 2.000-an ASN. Data tersebut dianalisis berdasarkan beban kerja ASN di masing-masing bidang.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo, Rakhmat Sutomo, mengatakan kekurangan ASN didominasi oleh tenaga kesehatan dan pendidikan. Sedangkan lainnya adalah tenaga infrastruktur dan kebudayaan.

“Tahun ini kita ajukan 609 kuota ke pusat [Kemenpan dan RB] untuk memenuhi kebutuhan personil Pemkot,” kata Rakhmat.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…