Sudirman Said dan Ida Fauziah. (Dedi Gunawan-Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis) Sudirman Said dan Ida Fauziah. (Dedi Gunawan-Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)
Senin, 5 Februari 2018 09:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PILKADA 2018
Temui Komunitas Katolik Jateng, Sudirman-Ida Pamerkan Visi Misi

Pilkada 2018 disongsong Sudirman Said dengan memamerkan visi misi di hadapan komunitas umat Katolik Jateng.

Solopos.com, SEMARANG – Pasangan calon gubernur (calon) dan calon wakil gubernur (cagub) di Pilgub Jawa Tengah dalam rangkaian pilkada serentak 2018, Sudirman Said dan Ida Fauziyah, Minggu (4/2/2018), bertemu dengan komunitas Katolik di Jawa Tengah, di Rumah Retret Paseban, Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jateng.

Dalam pertemuan yang diprakarsai Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakataan Keuskupan Agung Semarang itu, Sudirman dan Ida memamerkan visi dan misi mereka jika nantinya terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur melalui Pilgub Jateng 2018.

Seusai pertemuan, Sudirman menyatakan dirinya bersama Ida Fauziyah menyambut baik undangan dari komunitas umat Katolik Jateng di acara itu. Pasalnya, sebagai cagub Jateng, Sudirman merasa perlu memaparkan visi dan misinya kepada seluruh masyarakat Jateng, termasuk Komunitas Katolik Jateng.

“Semua warga Jateng, siapa pun dia, apa pun golongannya, apa pun agamanya, apa pun organisasi berhak tahu visi dan misi kami dalam membangun Jateng. Kami juga merasa berkewajiban menyampaikannya kepada seluruh warga Jateng,” kata pria yang akrab disapa Pak Dirman itu seperti dikutip pada siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Minggu (4/2/2018) malam.

Cagub di pilkada atau lebih tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu mengaku banyak mendapatkan masukan dari peserta acara tersebut. “Kami senang karena selain bisa menyampaikan visi dan misi, juga mendapat banyak masukan dari peserta pertemuan,” lanjut pria kelahiran Brebes, 55 tahun silam itu.

Dalam acara tersebut, cagub yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu mengungkapkan dirinya bersama Ida Fauziyah sempat menguraikan pentingnya pembangunan sumber daya manusia, penanganan kemiskinan, persoalan perempuan dan keluarga, soal-soal kebangsaan, serta persoalan sosial kemasyarakatan lainnya di hadapan komunitas umat Katolik Jateng.

“Kami satu suara dalam soal ini, bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak boleh kalah dengan pembangunan infrastruktur. Fokus pada bagian terbawah masyarakat merupakan kehendak banyak pihak, termasuk elemen gereja Katolik,” lanjutnya.

Sementara itu, Ida Fauziyah mengaku mendapat amanat dari sejumlah hadirin untuk tak mengesampingkan masalah kemiskinan dan perempuan di Jateng. Ida menganggap hal itu memang penting karena menganggap kemiskinan di Jateng lebih banyak mendera kaum Hawa.

Ida juga menambahkan kemiskinan di Jateng itu ditunjukkan menurutnya tampak melalui data BP3TKI yang mengungkap ada sekitar 5.000 TKI dari Jateng dalam rata-rata setiap bulannya. Selain masalah kemiskinan, Ida Fauziyah juga menyoroti masalah pendidikan, tingkat perceraian, dan kekerasan pada anak dan perempuan yang menurutnya masih memiliki angka yang cukup tinggi.

Dalam acara itu, Sudirman Said dan Ida Fauziyah memaparkan visi dan misi mereka itu di hadapan beberap organisasi kemasyarakatan (ormas) katolik di Jateng. Selain itu, hadir pula para tokoh gereja dan perwakilan gereja Katolik di Jateng yang mendengarkan visi misi salah satu cagub-cawagub Jateng di pilkada serentak 2018 itu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…