Tumpukan sampah di kompleks Stadion Manahan setelah penyelenggaraan pertandingan perempat final Piala Presiden 2018, Senin (5/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/SOLOPOS) Tumpukan sampah di kompleks Stadion Manahan setelah penyelenggaraan pertandingan perempat final Piala Presiden 2018, Senin (5/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/SOLOPOS)
Senin, 5 Februari 2018 12:41 WIB Moh Khodiq Duhri/JIBI/SOLOPOS Indonesia Share :

PIALA PRESIDEN 2018
Perempat Final Rampung, Fasilitas Stadion Manahan Sampai Sampah Jadi Catatan

Fasilitas Stadion Manahan dikeluhkan.

Solopos.com, SOLO—Partai perempat final Piala Presiden 2018 rampung digelar di Stadion Manahan, Solo, Sabtu-Minggu (3-4/2/2018).  Sayang, keberhasilan Kota Solo menjadi tuan rumah babak delapan besar ini ternoda lantaran fasilitas stadion yang dinilai kurang memadai.

Fasilitas yang dianggap tak representatif antara lain, kamar mandi, air, hingga tempat salat. Berbagai kekurangan ini mendesak untuk segera diperbaiki jika ingin Stadion Manahan kembali dipercaya untuk menggelar babak semifinal Piala Presiden 2018.

Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengatakan sudah melaporkan kondisi ini. Hal ini ia ungkapkan dalam jumpa pers setelah pertandingan Sriwijaya FC kontra Arema FC, Minggu (4/2/2018) malam WIB. (baca: PIALA PRESIDEN 2018 : Calo Gentayangan di Manahan Solo, Harga Tiket Meroket)

“Kami memeroleh laporan dari suporter dan wartawan, mereka kesulitan cari tempat untuk salat. Ada satu, tapi penuh. Selain itu, tidak ada air. Begitu pula soal MCK yang tidak memadai, berbau pesing dan tidak ada lampu,” tuturnya, kepada wartawan.

Menurutnya, selain tidak ada air, lantai pada kamar mandi sangat kotor sehingga tak layak untuk digunakan.

Di sisi lain, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, mengusulkan penambahan fasilitas berupa papan timer elektronik di stadion.

“Kalau mau jd tuan rumah, itu harus dipenuhi dulu,” jelasnya.

Dari pantauan Solopos.com di lapangan, Senin (5/2/2018) siang, rampungnya perempat final Piala Presiden ini menyisakan sampah di kompleks stadion. Tak dapat dimungkiri, arena olahraga ini dibanjiri puluhan ribu suporter dan penonton yang hendak menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding.  Alhasil, banyak sampah bertebaran di berbagai titik. Sampah ini didominasi plastik seperti bekas air minum dan makanan ini berserakan di berbagai titik di Manahan.

Serakan sampah yang berada di kompleks Stadion Manahan, Solo, Senin (5/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/SOLOPOS)

Serakan sampah yang berada di kompleks Stadion Manahan, Solo, Senin (5/2/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/SOLOPOS)

 

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…