Aparat dan relawan sedang melakukan evakuasi jenazah Purwanti, Senin (5/2/2018). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Aparat dan relawan sedang melakukan evakuasi jenazah Purwanti, Senin (5/2/2018). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 5 Februari 2018 16:55 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Penyebab Meninggalnya Purwanti Masih Misterius, Ini Kesaksian para Tetangga

Sesosok tubuh perempuan ditemukan tak bernyawa di sebuah pekarangan dekat Pasar Jombokan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Senin (5/2/2018)

 
Solopos.com, KULONPROGO– Sesosok tubuh perempuan ditemukan tak bernyawa di sebuah pekarangan dekat Pasar Jombokan, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Senin (5/2/2018) pagi. Berdasarkan pemeriksaan identitas, korban diketahui bernama Purwanti, warga yang tinggal di dekat tempat kejadian perkara (TKP).

Baca juga : Purwanti Ditemukan Meninggal, Ada Sabit di Sebelahnya

Tetangga Korban, Dwi Martini mengungkapkan, selama ini korban tinggal bersama anaknya yang bernama Adam. Korban sehari-hari dikenal pendiam dan jarang bergaul dengan warga sekitar.

Menurut Dwi, korban diduga mengalami depresi. Karena korban kerap mengeluh dengan saudaranya jika merasa seperti dikejar- kejar.

Namun siapa yang dimaksud mengejar dan masalah apa tidak pernah diketahui. Korban juga jarang menceritakan masalah yang dialami baik dengan anak ataupun keluarganya yang lain.

“Saya pernah mengajak mengaji tetapi dia tidak pernah mau,” kata dia.

Tetangga lain korban, Irwan mengatakan, korban sehari-hari membuat makanan untuk dijual. Menurut Irwan, dimungkinkan korban mencari daun pisang dalam kondisi sedang sakit dan turun hujan.

Adik korban, Puji Astuti mengaku terakhir bertemu korban pada Minggu (4/2/2018) di rumahnya. Dia memang kerap datang untuk menitipkan dagangan baik makanan ataupun es. Korban sudah dua tahun lebih menjanda setelah suaminya meninggal dunia.

Kakaknya itu merupakan anak kembar dan saudara kembarnya Purwanto tengah bekerja di Jakarta. Walau sejumlah tetangga menduga Purwanti memiliki penyakit, menurut Puji selama ini kakaknya tidak pernah mengeluhkan sakit tertentu.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…