Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok) Ilustrasi distribusi elpiji kemasan tabung isi 3 kg (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Senin, 5 Februari 2018 23:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Pemkab Karanganyar Minta Tambahan Alokasi 4.711 Tabung Elpiji Melon

Alokasi harian elpiji melon diusulkan bertambah menjelang Pilkada 2018.

Solopos.com, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengajukan usulan penambahan alokasi harian elpiji tiga kilogram sebanyak 4%-5% atau naik 4.711 tabung pada 2018.

Salah satu alasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengajukan permohonan penambahan alokasi harian adalah pemilihan umum kepala daerah (pilkada). Pemkab mengantisipasi kenaikan konsumsi elpiji bersubsidi itu selama Pilkada.

Plt Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi, didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Perekonomian, Nur Rochmah Riastuti, menyampaikan sudah berkoordinasi terkait usulan penambahan alokasi harian.

“Tahun ini alokasi harian naik menjadi 36.116 atau naik 4% dari alokasi harian 2017. Itu rata-rata kenaikan di Jawa Tengah 4%-5%. Itu baru koordinasi ada kenaikan. Tapi paling nanti realisasi enggak sebesar usulan,” kata Timotius saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (5/2/2018).

Timo, sapaan akrabnya, menjelaskan Pemkab belum menerima jawaban terkait usulan penambahan alokasi harian pada 2018. Dia menyampaikan salah satu alasan menambah alokasi harian karena menghadapi Pilkada. Dia memprediksi konsumsi masyarakat meningkat selama masa Pilkada.

“Tahun kemarin itu 31.405 tabung untuk alokasi harian tahun 2017. Kami masih menunggu jawaban,” ujar dia.

Sementara itu, Timo belum bisa banyak berkomentar saat ditanya tentang migrasi pemakaian elpiji bersubsidi atau ukuran tiga kilogram ke bright gass ukuran 5,5 kilogram untuk kalangan tertentu. Konsumen berstatus PNS, TNI/Polri, pemilik warung makan kelas tertentu dilarang menggunakan tabung gas elpiji melon.

Timo menjelaskan Bagian Perekonomian Setda Karanganyar sudah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah warung di Jalan Lawu Karanganyar.

“Masih ada warung yang omzet tinggi tapi memakai elpiji melon. Tapi tidak semua melon. Sudah ada ukuran 12 kilogram juga. Kami berikan imbauan dan pantau terus yang seperti itu. Kami sarankan mulai mengurangi pemakaian elpiji melon,” jelas dia.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…