Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok) Logo Kabupaten Sleman. (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Senin, 5 Februari 2018 07:20 WIB Irwan A Syambudi/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Luapan Air Selokan Genangi Sejumlah Rumah di Maguwoharjo

Saat hujan deras, selokan pasti meluap

Solopos.com, SLEMAN—Tidak berfungsinya selokan jalan nasional akibat pendangkalan membuat sejumlah rumah di Dusun Karangploso, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok tergenang saat hujan tiba.

Kepala Dusun Karangploso Purwanto mengatakan, setiap hujan deras terdapat sejumlah rumah, pasar, dan masjid yang tergenang. Genangan tersebut berasal dari air selokan Jalan Nasional Jogja-Solo yang meluap. “Selokan sudah tidak berfungsi karena pendangkalan. Setiap hujan deras pasti meluap. Kemarin saja genangan air di masjid sampai setinggi lutut,” kata dia saat ditemui Harianjogja.com di rumahnya, Minggu (4/2/2018).

Genangan air tersebut selalu terjadi selama kurang lebih dua tahun terakhir saat hujan deras. Dari lima rukun tetangga (RT) yang ada di dusunnya, dua RT di antaranya selalu terdampak genangan paling parah yakni RT I dan RT III.

Hal itu pun selalu dikeluhkan warga setiap rapat RT, sehingga sejumlah upaya seperti permohonan proposal untuk perbaikan selokan diajukan ke sejumlah instansi. “Baru kemarin, sekitar November 2017 dari provinsi [Pemda DIY] survei ke sini [Karangploso]. Katanya akan segera dibenahi [selokan],” ujarnya.

Setelah survei tersebut Pemda DIY berjanji akan melakukan perbaikan selokan yang selama ini tidak berfungsi yakni sekitar 2.000 m di sepanjang Jalan Jogja-Solo. Berdasarkan komunikasi dengan warga, perbaikan bakal dilakukan sekitar Maret atau April 2018.

Purwanto berharap janji pemerintah untuk segera memperbaiki selokan dapat segera terealisasi. Pasalnya, sudah banyak warga yang resah lantaran setiap hujan lebat rumah miliknya selalu tergenang. “Semoga menjadi perhatian pemerintah, karena warga juga sudah banyak yang mengeluh karena sering tergenang,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…