Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Senin, 5 Februari 2018 18:40 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Lagi, Tiga Anak Pelaku Klithih Diringkus Polisi

Pelaku yang masih pelajar itu sengaja mencari korban di jalanan secara acak.

Solopos.com, BANTUL–Tim Opsnal Polsek Kasihan Bantul menangkap tiga orang pelaku pengeroyokan terhadap Irfan. 47 warga Kalinongko Rt 4, Bangunjiwo, Kasihan Desember tahun lalu. Ketiga pelaku klithih ditangkap petugas di Dusun Jetis, Tamantirto, Kasihan, Bantul pada Minggu, (4/2/2018).

Adapun ketiga pelaku masing masing berinisial YS, 17, ADC, 15 dan AF,16. Ketiga pelajar yang masih usia anak itu merupakan warga Tamantirto, Kasihan, Bantul. Dari tangan mereka petugas menyita barang bukti berupa sebilah clurit dan golok.

Pengeroyokan terhadap Irfan terjadi pada Minggu tanggal 3 Desember 2017 sekitar pukul 03.00 Wib di Dusun Jetis, Tamantirto, Kasihan Bantul. Dalam penganiyaan itu ketiga pelaku menggunakan senjata tajam, sehingga korban Irfan mengalami luka bacokan pada bahu serta pinggang kemudian dilarikan ke Klinik Bakti Husada Bangen, Bangunjiwo dan mendapatkan 29 jahitan.

Panit Reskrim Polsek Kasihan Iptu Yan Indah mengatakan kejadian berawal saat korban tengah mengendari sepeda motor. Sesampainya di jalan di Dusun Jetis Bangunjiwo, Kasihan tiba-tiba korban ditendang oleh pelaku hingga jatuh dan langsung dibacok dengan senjata tajam sejenis clurit.

“Dalam kondisi terluka korban berhasil menyelamatkan diri dengan lari masuk ke rumah bengkel dan berteriak minta tolong,” kata Yan Indah seperti dikutip dari laman resmi Polres Bantul tribratanewsbantul.com, Senin (5/2/2018). Beberapa saat kemudian warga berdatangan membantu korban. Melihat hal tersebut para pelaku kemudian melarikan diri.

Dengan adanya kejadian tersebut tim opsnal Polsek Kasihan segera melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap pelaku. Di depan petugas pelaku mengakui perbuatanya dengan motif para pelaku mencari korban secara acak di jalanan.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…