Suasana penutupan SPBU Jongke, Pajang, Laweyan, oleh Pemkot Solo, Rabu (24/1/2018). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos) Suasana penutupan SPBU Jongke, Pajang, Laweyan, oleh Pemkot Solo, Rabu (24/1/2018). (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)
Senin, 5 Februari 2018 22:35 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

KEBAKARAN SOLO
Lahan Eks SPBU Jongke Diincar untuk Pos Damkar wilayah Selatan

Dinas Pemadam Kebakaran Solo mengincar lahan eks SPBU Jongke untuk membangun pos damkar wilayah selatan.

Solopos.com, SOLO — Dua kelurahan, Laweyan dan Pajang, di Kecamatan Laweyan, Solo, masuk daerah rawan kebakaran di Solo. Sementara itu, Dinas Pemadam Kabakaran (Damkar) mengalami kendala saat memadamkan api di dua kelurahan itu.

Kesulitan yang dihadapi petugas di antaranya kereta api (KA) yang kerap melintas di kawasan Stasiun Purwosari. “Mobil damkar saat terburu-buru memadamkan api di lokasi kebakaran tiba-tiba KA lewat. Kami tetap mendahulukan KA lewat terlebih dulu,” ujar Kepala Damkar Solo, Gatot Sutanto, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (5/2/2018).

Gatot menjelaskan saat memadamkam api di Laweyan dan Pajang petugas damkar mesti lewat Jl. Slamet Riyadi. Namun, jalan tersebut kerap dilewati Railbus Batara Kresna dan KA reguler dari dan ke Stasiun Purwosari. “Kami terlambat datang ke lokasi kejadian untuk memadamkan api karena harus mendahulukan KA lewat,” kata dia.

Baca:

Pemkot Solo Tutup Paksa SPBU Jongke Pajang

Pemkot Solo Kembali Tawarkan Revitalisasi Pasar Jongke ke Investor

Mobil damkar, lanjut dia, seharusnya bisa sampai secepat mungkin di lokasi kebakaran agar api bisa dipadamkan sebelum meluas ke lokasi sekitarnya. Mengingat semua kesulitan tersebut, Dinas Damkar Solo berencana membangun pos damkar untuk melayani wilayah Solo bagian selatan tersebut.

Lahan eks SPBU Jongke sudah diincar untuk dijadikan pos Damkar wilayah Solo selatan. “Kami masih menunggu persetujuan dari Pemkot Solo terkait pembangunan eks SPBU Jongke untuk pos Damkar,” kata dia.

Ia menjelaskan kendala lainnya saat memadamkan api di Laweyan dan Pajang adalah banyakya gang sempit dan terdapat gapura kampung yang terlalu rendah sehingga mobil damkar kesulitan masuk. Selain di Jongke, Dinas Damkar tahun ini juga mengusulkan pembuatan pos Damkar baru di kawasan Pasar Legi, Banjarsari.

“Kami mengusulkan pembuatan pos Damkar baru di Pasar Legi karena merupakan jantung Kota Solo dengan kondisi wilayahnya padat penduduk,” kata dia.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menjelaskan usulan pembuatan dua pos Damkar baru sangat rasional karena Solo kotanya kecil dengan jumlah penduduk banyak. Dengan bertambahnya dua pos Damkar baru, Pemkot Solo nantinya punya lima pos Damkar. Tiga pos Damkar yang sudah ada yakni di Gading Kawasan Alun-alun Kidul (Alkid), Pedaringan, dan Kota Barat.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…