Pekerja sedang mengambil sampel tanah di kedalaman 30 meter di Jembatan Kali Gajahwong di Jalan Kusumanegara, Senin (5/2/2018). Sampel tanah itu untuk mengukur kekuatan konstruksi jembatan. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja) Pekerja sedang mengambil sampel tanah di kedalaman 30 meter di Jembatan Kali Gajahwong di Jalan Kusumanegara, Senin (5/2/2018). Sampel tanah itu untuk mengukur kekuatan konstruksi jembatan. (Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 5 Februari 2018 22:40 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Jembatan Gajahwong Akan Jadi Landmark Kota Jogja

Pemerintah tengah susun detail engineering design (DED) pembangunan jembatan.

Solopos.com, JOGJA–Pemerintah Kota Jogja berencana memperbaiki jembatan Kali Gajahwong di Jalan Kusumanegara, Umbulharjo. Perbaikan jembatan di depan objek wisata Gembira Loka Zoo tersebut akan dilengkapi dengan landmark atau penanda khusus sebagai pintu masuk Jogja dari sisi timur.

Rencana tersebut baru sampai tahap pembuatan detail engineering design (DED). “Tahun ini kami selesaikan DED-nya dulu. Sambil menunggu dananya,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, di Balai Kota Jogja, Senin (5/2/2018).

Agus mengatakan proyek perbaikan jembatan itu diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp7,5 miliar. Pihaknya sudah mencoba mengusulkan pembiayaan proyek tersebut ke Pemerintah Pusat melalui alokasi dana khusus (DAK). Namun belum dikabulkan.

Anggaran DAK sebesar Rp13,5 miliar untuk Bidang Bina Marga hanya cukup untuk pemeliharaan sejumlah ruas jalan di Jogja, di antaranya Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Babaran, Jalan Panembahan Senopati. “Soal dana, kalau tidak bisa dengan DAK nanti akan kami usulkan melalui dana keistimewaan,” kata Agus.

Kepala Bidang Binamarga, PUPKP Kota Jogja, Umi Akhsanti mengatakan jika dana sudah tersedia, pihaknya akan langsung membongkar jembatan lama yang sudah tidak dilalui lalu lintas kendaraan depan Gembira Loka Zoo. Kemudian membangun kembali.

Jembatan itu nantinya akan difungsikan kembali untuk kendaraan arah masuk Jogja dari timur. Sementara jembatan di bagian utaranya tetap digunakan untuk kendaraan menuju ke arah timur atau Gedongkuning. Sehingga nantinya ada dua jembatan yang berfungsi sama.

Jembatan yang saat ini digunakan, kata Umi, kondisinya masih bagus. Hanya perbaikan konstruksinya, karena usia konstruksi jembatan itu juga akan habis dalam waktu lima tahun ke depan. “Nanti perbaikannya satu-satu yang bagian selatannya dulu supaya arus lalu lintas tetap tidak terganggu,” kata Umi.

Umi menambahkan kedua jembatan itu juga akan didesain secara¬† artistik yang berciri khas Jogja, sehingga orang yang melintas akan langsung menyadari mereka sudah memasuki Jogja. “Jadi landmark itu tidak harus dengan gapura, tapi bisa dengan desain jembatan,” ucap Umi. Ia berharap pendanaan perbaikan jembatan tersebut sudah ada pada awal 2019 mendatang, sehingga bisa langsung dikerjakan.

Sambil menunggu perencanaan dan pendanaan, PUPKP Kota Jogja juga sudah mulai melakukan tes ketahanan tanah atau soil test di dua jembatan dean Gembira Loka Zoo tersebut. Soil test dilakukan oleh petugas dari Laboratorium Mekanika Tanah, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Pantauan harianjogja.com, kemarin para pekerja lapangan melakukan pengeboran di ujung jembatan hingga kedalaman 30 meter. Dari kedalaman tersebut, pekerja mengambil tanah, kemudian dimasukkan dalam beberapa plastik untuk diteliti.

“Sampel tanah ini akan diteliti di lab untuk mengetahui ketahanan konstruksi jembatan,” ucap salah satu pekerja.

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…