Pengungsi Suriah berdiri di pengungsian Kelbit dekat perbatsan Turki-Suriah (Reuters/Osman Orsal) Pengungsi Suriah berdiri di pengungsian Kelbit dekat perbatsan Turki-Suriah (Reuters/Osman Orsal)
Senin, 5 Februari 2018 19:15 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Hidup Sengsara di Negara Tetangga, Pengungsi Suriah Pengin Pulang

Warga Suriah kepengin pulang karena hidup sengsara di pengungsi Suriah.

Solopos.com, SOLO – Sejumlah pejabat negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah tengah merundingkan cara untuk mengembalikan jutaan pengungsi Suriah ke kampung halaman mereka.

Selama ini, krisis berkepanjangan yang terjadi di Suriah membuat jutaan warganya terpaksa mengungsi ke beberapa negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Dilansir Aljazeera, Senin (5/2/2018), perang yang terjadi selama tujuh tahun terakhir ini membuat jutaan warga Suriah terpaksa meninggalkan kampung halaman. Sekitar lima juta orang mengungsi di negara tetangga, seperti Turki, Lebanon, serta Yordania. Sebab, beberapa negara tersebut berbaik hati membuka perbatasan untuk menampung warga Suriah.

Tapi, belakangan ini pengungsi Suriah berniat kembali ke negaranya karena hidup dalam penderitaan di negara tetangga. Sebuah laporan yang disampaikan oleh beberapa lembaga amal, termasuk Dewan Nasional Norwegia (NRC), Save the Children, CARE International, mengatakan pengungsi Suriah ingin kembali ke rumah masing-masing.

“Sebagian besar pengungsi Suriah hidup dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka ingin kembali ke rumah masing-masing. Tapi, mereka ingin kembali dalam keadaan aman dan terlindungi,” kata Sekretaris Jenderal NRC, Jan Egelenad.

Sementara itu, organisasi hak asasi manusia, Human Right Watch (HRW), mendesak pemerintah Turki untuk menghentikan serangan mematikan terhadap warga sipil Suriah di perbatasan. Mereka meminta pemerintah Turki membuka perbatasan dan mengizinkan pengungsi Suriah memasuki wilayah mereka.

“Banyak warga Suriah yang ingin mencari suaka di Turki. Tapi, pasukan penjaga perbatasan justru menembaki dan mengusir mereka,” ujar perwakilan HRW.

Pemulangan pengungsi Suriah ini telah menjadi perdebatan di Turki, Lebanon, dan Yordania. Ketiga negara ini merupakan yang paling banyak menampung pengungsi Suriah.

Sampai saat ini, dilaporkan Turki menampung sekitar tiga juta pengungsi Suriah. Guna membatasi bertambahnya jumlah pengungsi, pemerintah Turki akhirnya menembaki warga Suriah yang hendak memasuki wilayah mereka.

Tapi, menurut HRW, situasi di Suriah terlalu berbahaya bagi pengungsi untuk kembali. Apalagi saat ini tengah berlangsung operasi militer oleh Turki di Afrin yang turut membuat bertambahnya jumlah pengungsi Suriah di Ankara. Mereka mendesak pemerintah Turki mengizinkan pengungsi Suriah memasuki wilayah mereka.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…