Korban kasus penipuan dana umrah First Travel mengadu ke perwakilan Komisi VIII dan Fraksi PPP DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (18/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir)
Senin, 5 Februari 2018 21:30 WIB Deliana Pradhita Sari/JIBI/Bisnis Hukum Share :

First Travel Tak Tunjukkan Iktikad Baik, Jemaah Harus Siap Gagal Umrah

Jemaah First Travel diminta siap gagal berangkat umrah setelah biro perjalanan itu tak menunjukkan iktikad baik.

Solopos.com, JAKARTA — Tim pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) menyatakan menyerah bahwa proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) agen perjalanan umrah akan berakhir damai.

Hal ini diketahui dari dua pemilik First Travel sebagai debitur yang tidak menunjukkan itikad baik sehingga proses PKPU jalan di tempat. Ditambah lagi dengan mundurnya tim kuasa hukum dari debitur.

Salah satu pengurus PKPU First Travel, Sexio Noor Sidqi, mengatakan kans jamaah untuk berangkat ke Makah sangat kecil. Bisa dikatakan, calon jamaah gagal berangkat.

“Jemaah harus siap tidak berangkat dan tidak diganti uangnya. First Travel sudah tidak bisa diandalkan,” katanya kepada Bisnis/JIBI seusai rapat kreditur, Senin (5/2/2018).

Pernyataan pengurus tersebut tentu memiliki alasan yang kuat. Menurut Sexio, First Travel gagal mendatangkan investor. Tidak ada investor yang bersedia menyuntikkan dana ke First Travel.

Selanjutnya, kerja sama dengan berbagai vendor seperti maskapai pesawat, hotel dan katering juga menemui jalan buntu. Pasalnya, vendor juga menginginkan adanya pembayaran di awal. Namun First Travel tidak ada dana untuk membayarnya.

Pengurus, lanjut dia, tidak akan memberikan janji-janji manis kepada kreditur. “Potensinya mengarah ke pailit karena tidak ada kemampuan yang ditawarkan First Travel untuk mencapai perdamaian,” tuturnya.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…