Gustur Cahyo Putro di Rumah Sakit Wava Husada, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim, Rabu (31/1/2018). (Instagram-@gusturcahyop) Gustur Cahyo Putro di Rumah Sakit Wava Husada, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim, Rabu (31/1/2018). (Instagram-@gusturcahyop)
Senin, 5 Februari 2018 10:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Cedera Parah, Pemain PSIS Semarang Ini Tak Sabar Merumput Lagi

PSIS Semarang memiliki pemain yang menderita cedera parah, yakni Gustur Cahyo Putro.

Solopos.com, SEMARANG – Salah seorang pemain PSIS Semarang, Gustur Cahyo Putro, harus dirawat di Rumah Rumah Sakit Wava Husada, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), sejak Selasa (30/1/2018) lalu. Gustur dilarikan ke rumah sakit tersebut setelah mengalami cedera parah di kepalanya lantaran bertabrakan dengan kiper Persela Lamongan, Alexander, di pertandingan babak penyisihan Piala Presiden 2018.

Meski masih dirawat di rumah sakit, mantan pemain PS TNI itu mengaku tak sabar ingin segera merumput bersama PSIS Semarang. “I can’t wait to work back together with @psisfcofficial [Saya tak sabar ingin segera bekerja bersama PSIS Semarang],” tulis Gustur di akun Instagramnya, @gusturcahyop, Minggu (4/2/2018) petang.

Harapan agar Gustur cepat sembuh pun ramai dilontarakan warganet di media sosial Instagram. Tak sedikit yang ingin Gustur sembuh dalam keadaan yang semakin kuat dibandingkan sebelumnya. “Come back stronger [Kembalilah dengan lebih kuat],” ungkap pengguna akun Instagram @plurxpsis2013.

“Tetap semangat ndan! Keep the faith [Tetap percaya],” tulis pengguna akun Instagram @nordsector32.

Sebelumnya, Gustur mengalami cedera parah dalam pertandingan babak penyisaihan Piala Presiden 2018 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jatim, Selasa (30/1/2018). Pria 21 tahun itu harus ditandu ke luar lapangan saat laga baru berjalan 42 menit.

Meski cedera setelah bertabrakan dengan kiper Persela Lamongan, winger PSIS Semarang itu mengaku tak menyalahkan siapa pun. Ia hanya meminta kejadian yang menimpanya dapat dijadikan evaluasi semua pihak agar tak terulang lagi di lain waktu. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…