Masih ada senyum meskipun 3 kelurahan di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jateng, yakni Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, dan Mangunharjo terendam banjir. (Facbook.com-MIK Semar/Vino Azzah) Masih ada senyum meskipun 3 kelurahan di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jateng, yakni Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, dan Mangunharjo terendam banjir. (Facbook.com-MIK Semar/Vino Azzah)
Senin, 5 Februari 2018 21:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

BENCANA JATENG
Tanggul Sungai Bringin Jebol, Mangkang Semarang Terendam

Bencana banjir melanda sebagian Kota Semarang Jateng menyusul jebolnya tanggul Sungai Bringin.

Solopos.com, SEMARANG – Puluhan rumah di Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Jawa Tengah terendam banjir, Senin (5/2/2018). Bencana banjir yang melanda sebagian ibu kota Jateng itu dipicu jebolnya tanggul Sungai Bringin yang melintasi kawasan Semarang itu.

Air yang merendam permukiman warga di tiga kelurahan, yakni Mangkang Kulon, Mangkang Wetan, dan Mangunharjo, dipicu jebolnya tanggul Sungai Bringin menyusul hujan lebat yang mengguyur wilayah Kota Semarang dan sekitarnya sepanjang hari ini. Tingginya curah hujan dengan durasi yang terbilang panjang juga dilaporkan memicu bencana di daerah-daerah lain sepanjang pesisir Jateng.

[Baca juga Sampai Kapan Hujan Siang-Malam Begini?]

Camat Tugu Anton Siswantoro mengatakan upaya untuk membuat tanggul sementara di titik yang jebol sudah dilakukan. Selain itu, warga yang terdampak banjir juga audah diimbau untuk mengungsi sementara. “Tanggul sementara sudah dibuat untuk mengantisipasi kalau air naik lagi,” katanya.

Tanggul Sungai Bringin yang jebol dan memicubanjir diketahui berada di sebelah utara Sungai Bringin, Kota Semarang, Jateng. Menurut warga, banjir terparah dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa. Pada banjir kali ini air cukup deras mengalir karena tanggul jebol berada di tikungan sungai.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Kids Zaman Now Membaca Media Cetak?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (12/2/2018) dan Harian Bisnis Indonesia edisi Sabtu (10/2/2018). Esai ini karya Lahyanto Nadie, pengampu Manajemen Media Massa di Kwik Kian Gie School of Business dan pengurus Yayasan Lembaga Pers dr. Soetomo Jakarta. Solopos.com,…