Ilustrasi kecelakaan akibat rel kereta api menyilang di jalan. (JIBI/Solopos/Antara/Umarul Faruq) Ilustrasi kecelakaan akibat rel kereta api menyilang di jalan. (JIBI/Solopos/Antara/Umarul Faruq)
Senin, 5 Februari 2018 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Tips Share :

Begini Cara Aman Naik Sepeda Motor Saat Hujan Deras

Begini cara aman mengendarai sepeda motor saat hujan deras.

Solopos.com, SOLO – Kondisi cuaca yang tidak menentu merupakan salah satu tantangan bagi para pengendara sepeda motor. Setiap hari, para pengendara sepeda motor harus bergulat dengan debu, asap, terik matahari, hingga derasnya hujan. Jika tidak memperhatikan keselamatan berkendara, maka bukan tidak mungkin Anda akan mengalami kecelakaan, terutama saat musim hujan.

Safety Riding Officer Astra Motor Semarang, Suko Edi, saat mengisi penyuluhan Safety Riding Goes to Public di depan karyawan PT Sari Warna Asli Garment Solo, Sabtu (3/2/2018). (Chelin Indra Sushmita/Solopos.com).

Safety Riding Officer Astra Motor Semarang, Suko Edi, saat mengisi penyuluhan Safety Riding Goes to Public di depan karyawan PT Sari Warna Asli Garment Solo, Sabtu (3/2/2018). (Chelin Indra Sushmita/Solopos.com).

Kondisi jalanan yang licin dan curah hujan tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi pengendara sepeda motor. Sebaiknya, Anda tidak memaksakan diri untuk tetap berkendara saat hujan deras. Tapi, bagaimana jika situasinya mendesak?

Tenang, Anda tetap bisa pergi dengan menerapkan beberapa hal terkait keselamatan berkendara alias safety riding. Safety Riding Officer Astra Motor Semarang, Suko Edi, mengatakan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap aman saat berkendara di bawah guyuran hujan.

“Sebenarnya kalau hujannya deras lebih baik berteduh dulu. Tapi, kalau terpaksa harus berkendara, pastikan sepeda motor dalam kondisi baik. Sebaiknya tunggu selama lima menit sebelum berkendara. Biarkan air hujan membasahi aspal untuk menghilangkan debu atau kotoran lain yang berada di permukannya. Kotoran inilah yang menyebabkan jalan menjadi licin hingga membuat pengendara tergelincir. Selain itu, perhatikan tekanan ban dan rem,” katanya saat berbincang dengan Solopos.com sebelum mengisi penyuluhan Safety Riding Honda di PT Sari Warna Asli Garment, Jl HOS Cokroaminoto nomor 28, Pucangsawit, Jebres, Solo, Sabtu (3/2/2018).

Tekanan Ban

Tekanan dan keausan ban juga harus sangat diperhatikan. Jika permukaan ban sudah halus, sebaiknya segeralah menggantinya jika tak ingin celaka. “Perhatikan tanda segitiga di bagian ban. Kalau gambar segitiga itu ditarik ke tengah Anda akan melihat tonjolan kecil. Jika tonjolan itu masih tertutupi oleh permukaan ban, maka masih aman digunakan. Tapi, jika permukaan ban sudah halus dan tonjolan segitiga sudah kentara, maka segera ganti agar tidak celaka,” sambung dia.

Mau Tahu Info Lainnya Yuk Ikuti
Facebook Honda Motor Jateng
Instagram @HondaJateng
Youtube Honda Jateng

Pria yang hampir 10 tahun menjadi instruktur safety riding ini menambahkan, pengendara sepeda motor sebaiknya memakai busana berwarna mencolok jika nekat berkendara saat hujan.

“Pakai jas hujan atau helm berwarna terang. Sebab, saat hujan biasanya pandangan mata menjadi kabur. Selain itu, perhatikan jarak kendaraan Anda. Jangan sampai terlalu dekat dengan kendaraan lain. Yang terpenting, kurangi kecepatan untuk meminimalisir kemungkinan celaka,” imbuh dia.

Cara aman berkendara saat hujan ini juga disampaikan oleh Suko Edi saat mengisi penguluhan Safety Riding Honda di depan karyawan PT Sari Warna Asli Garment, Sabtu siang.

“Seseorang yang mengendarai sepeda motor semestinya memakai beberapa piranti keselamatan, mulai dari helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu. Ini merupakan piranti standar yang wajib dikenakan dalam kondisi apapun,” terang Suko Edi.

Penyuluhan safety riding ini sekaligus memperkenalkan #Cari_Aman sebagai pengingat sebelum mengendarai sepeda motor dan memberikan pemahaman bahwa menggunakan helm dan jaket tidak hanya sebagai keselamatan dan kebutuhan tapi juga sebagai bagian dari gaya hidup.

 

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…