Anisa Bahar (Instagram.com) Anisa Bahar (Instagram.com)
Senin, 5 Februari 2018 19:10 WIB Issue Share :

Annisa Bahar Ungkap Alasan Tak Mau Anggap Juwita sebagai Anak

Annisa Bahar mengungkap alasan tak mau menganggap Juwita sebagai anak.

Solopos.com, JAKARTA – Perseteruan antara ibu dan anak yang terjadi pada Annisa Bahar dan Juwita semakin meruncing. Annisa belum mau memaafkan sang putri dengan alasan Juwita telah melecehkan harga dirinya.

“Dianya saja enggak pernah anggap aku sebagai ibu, ngapain juga aku anggap dia sebagai anak. Kita kayaknya sebagai ibu diinjak-injak banget. Lakukan yang terbaik buat dia, tapi dia seperti itu,” ujar Annisa Bahar di kawasan Mampang, Jakarta Selatan (5/2/2018).

Seperti diketahui, konflik Annisa dan Juwita Bahar hingga kini belum menemui titik terang. Annisa bahkan secara tegas menolak permohonan maaf putrinya usai kembali terlibat percekcokan yang disebabkan karena uang. Baca juga: Annisa Bahar Tak Terima Juwita Minta Maaf Lewat Instagram

 

Perseteruan ibu dan anak itu sendiri berawal saat Juwita lebih memilih tinggal bersama kekasihnya, Deddy di Bandung, Jawa Barat. Sikap pedangdut 22 tahun jelas memancing amarah Annisa, mengingat dirinya tidak memberikan restu atas hubungan mereka.

Puncaknya, Annisa Bahar, memilih untuk tidak lagi menganggap Juwita sebagai anak usai insiden pasca-perayaan ulang tahunnya yang ke-41. Ia mengaku sama sekali tidak mendapat ucapan selamat dari putri hasil hubungannya dengan Memo Sanjaya itu. Baca juga: Lewat Instagram, Juwita Sampaikan Permintaan Maaf ke Anisa Bahar

Hal inilah yang lantas menjadi puncak kekecewaan Annisa Bahar. Meski Juwita sudah menyampaikan maaf, ia menilai sikap putrinya tidak menunjukkan etika seorang anak terhadap ibu lantaran tidak datang menemui secara langsung. Ya, Juwita hanya menuliskan kalimat permohonan maaf itu melalui Instagram.

“Mereka berdua merasa sudah hebat. Enggak perlu saudara. Nanti kalau Juwita mati kan yang ngubur Deddy,” tandas pemilik Goyang Patah-Patah.

 

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…