Wisatawan di tengah hutan bakau (mangrove) Maerokoco di Kota Semarang, Jateng, Minggu (21/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Wisatawan di tengah hutan bakau (mangrove) Maerokoco di Kota Semarang, Jateng, Minggu (21/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Minggu, 4 Februari 2018 03:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra Feature Share :

FOTO WISATA SEMARANG
Hijaunya Hutan Bakau di Maerokoco

Wisata ke Grand Maerokoco di Kota Semarang.

Wisatawan melintas di halaman anjungan Kabupaten Klaten di Taman Mini Jawa Tengah, Grand Maerokoco, Kota Semarang, Jateng, Minggu (21/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Wisatawan melintas di halaman anjungan Kabupaten Klaten di Taman Mini Jawa Tengah, Grand Maerokoco, Kota Semarang, Jateng, Minggu (21/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

Kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah menyimpan lengkap khazanah budaya provinsi ini di Taman Mini Jawa Tengah, Grand Maerokoco. Wisata edukasi pengenalan potensi daerah dan budaya dari 35 kabupaten dan kota di Jateng itu dilengkapi pula hutan bakau (mangrove) Maerokoco.

Kantor Berita Antara yang mendokumentasikan objek wisata Kota Semarang itu, Minggu (21/1/2018), menunjukkan hijaunya kawasan hutan di tengah payau itu. Selain sebagai pelindung kawasan pesisir dari bahaya abrasi atau pengikisan akibat gelombang air laut, dan habitat beragam fauna, kawasan mangrove juga menjadi salah satu destinasi wisata favorit di kota ini.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…