Slamet sedang menggoreng gebleg di Manunggal Fair 2017, Rabu (4/10/2017). (Perdani Fitryana Tegar Marhaendro/Harian Jogja) Slamet sedang menggoreng gebleg di Manunggal Fair 2017, Rabu (4/10/2017). (Perdani Fitryana Tegar Marhaendro/Harian Jogja)
Minggu, 4 Februari 2018 06:20 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

WISATA KULONPROGO
Ayo ke Pasar Sor So, Ada Kuliner dan Kerajinan Khas Karangsari

Segenap elemen masyarakat Karangsari akan menyelenggarakan Pasar Sor So

Solopos.com, KULONPROGO — Segenap elemen masyarakat Karangsari akan menyelenggarakan Pasar Sor So, Minggu (4/2/2018). Terletak di Objek Wisata Goa Batu Jonggol, Pasar Sor So akan memeriahkan wisata berbasis kekayaan alam itu.

Menurut Seretaris Desa Karangsari, Ari Wibowo, Pasar Sor So akan menghadirkan makanan dan kerajinan tangan khas Desa Karangsari sebagai pelengkap wisata.

“Cocok untuk masyarakat perkotaan, karena ada produk desa seperti emping melinjo, emping garut, emping gadung, peyek, criping bonggol pisang, dan semuanya produk asli Karangsari,” ungkapnya, Sabtu (3/2/2018).

Tak lupa, Ari juga menambahkan bahwa makanan khas Kulonprogo dan DIY juga dijajakan. Seperti gebleg, growol, dan tempe benguk siap dihidangkan masyarakat Karangsari.

“Karena Konsepnya adalah pasar rakyat tradisonal yang menampilkan Produk UMKM Desa Karangsari,” jelasnya.

Menurut Ari, Hal ini seharusnya dapat diberikan fasilitas lebih oleh Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Pasalnya kegiatan ini seiring dengan jargon Bela-Beli Kulonprogo yang sedang digaungkan Pemkab Kulonprogo.

“Ini sudah ketigakalinya, dan seluruh kelengkapan murni dari Pemerintah Desa Karangsari, BUMdes Binangun Karangsarim Pokdarwis [Kelompok Sadar Wisata], dan Karang Taruna Bhakti Nusa Gunung Pentul,” jelasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pariwisata Kulonprogo, Roehadi Goenoeng, mengatakan hal ini senada dengan jargon Bela-beli Kulonprogo. Terlebih dalam sepuluh tahun mendatang, wisata dengan ciri khas seperti ini yang akan bertahan.

“Branding sebuah tempat wisata itu perlu. Dan untuk potensi makanan atau kuliner belum tersentuh, jadi ini sebuah upaya yang bagus,” jelasnya melalui sambungan telepon.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…